RADARTUBAN - Pemuncak klasemen sementara Serie A, Inter Milan kembali bergerak senyap tapi efektif di bursa transfer.
Kali ini, Nerazzurri mengamankan tanda tangan bek tengah muda Kroasia, Leon Jakirović, dari Dinamo Zagreb. Kesepakatan sudah final. Tak ada drama lanjutan.
Seperti dilaporkan Fabrizio Romano melalui akun X miliknya, Inter dan Dinamo Zagreb sepakat di angka € 2,5 juta ditambah € 2 juta add-ons serta klausul sell-on.
Jakirović dijadwalkan terbang pekan ini untuk menjalani tes medis sebelum resmi diperkenalkan.
Langkah ini menegaskan pola rekrutmen Inter yang semakin rapi: membeli lebih awal, mengamankan potensi, dan menyiapkan fondasi jangka panjang.
Jakirović bukan nama besar, tapi justru di situlah nilai strategisnya.
Mengalahkan Salzburg, Bukan Sekadar Soal Harga
Inter harus bersaing dengan RB Salzburg, klub yang dikenal agresif memburu talenta muda Eropa Tengah dan Timur.
Namun, keunggulan Inter bukan semata nominal tawaran, melainkan hubungan kuat dengan agen sang pemain—relasi yang sebelumnya juga terjalin dalam proses transfer Sucić.
Faktor ini menjadi pembeda. Negosiasi berjalan lebih cair, komunikasi tak berbelit, dan keputusan bisa diambil tanpa tarik-ulur berkepanjangan.
Di bursa yang makin bising, Inter memilih jalur sunyi tapi tepat sasaran.
Proyek Sunyi Inter
Jakirović kemungkinan besar tidak langsung dilempar ke panggung utama. Namun Inter paham betul apa yang mereka beli: bek tengah dengan postur ideal, disiplin taktik ala sekolah Kroasia, dan ruang berkembang yang masih luas.
Transfer ini memperlihatkan arah kebijakan klub—mengisi lapisan skuad sejak dini, menjaga neraca keuangan, sekaligus menghindari perang harga di masa depan. Inter Milan resmi merekrut Leon Jakirović dari Dinamo Zagreb.
Bek muda Kroasia itu diproyeksikan menjadi bagian penting proyek jangka panjang klub Serie A. Inter tak sedang berburu sensasi. Mereka sedang membangun.
Bagi Jakirović, ini lompatan besar. Dari Zagreb ke Milano, dari talenta lokal ke panggung Serie A.
Tantangannya jelas, tekanannya nyata. Tapi pintu sudah terbuka. Tinggal bagaimana ia membuktikan diri. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni