RADARTUBAN - Dele Alli dan La Liga menjadi perbincangan hangat setelah gelandang asal Inggris tersebut kembali menarik minat sejumlah klub Eropa usai periode panjang tanpa klub.
Situasi Dele Alli saat ini terbilang unik karena ia berstatus bebas transfer setelah kontraknya bersama klub Italia, Como, resmi berakhir.
Kondisi ini membuka peluang bagi klub-klub La Liga untuk merekrutnya tanpa biaya transfer pada bursa pemain mendatang.
Menurut laporan media Spanyol Fichajes, terdapat empat klub kasta tertinggi Spanyol yang serius memantau situasi mantan pemain Tottenham Hotspur tersebut.
Empat klub tersebut adalah Real Oviedo, Sevilla, Elche, dan Getafe, yang masing-masing menyiapkan proposal berbeda untuk Dele Alli.
Perjalanan Singkat Dele Alli Bersama Como
Dele Alli terakhir kali bermain secara profesional bersama Como yang berlaga di Serie A dan dilatih oleh Cesc Fabregas.
Ia menandatangani kontrak berdurasi 18 bulan pada Januari 2025 dengan harapan menghidupkan kembali kariernya.
Debut Alli terjadi dua bulan kemudian saat Como menghadapi AC Milan dalam laga kompetitif.
Pertandingan tersebut menjadi penampilan pertamanya sejak Februari 2023 setelah lama absen dari sepak bola profesional.
Namun, laga comeback itu berakhir buruk karena Alli mendapat kartu merah akibat tekel keras terhadap Ruben Loftus-Cheek.
Laga tersebut tercatat sebagai satu-satunya penampilan Alli bersama Como sebelum kontraknya diputus pada September.
Dele Alli Tanpa Klub dan Minat Klub Spanyol
Status Dele Alli tanpa klub membuat namanya kembali masuk dalam radar pasar transfer Eropa.
Beberapa tawaran sempat datang setelah ia dilepas Como, tetapi tidak ada kesepakatan yang tercapai dalam waktu dekat.
Kini, peluang itu kembali terbuka dengan ketertarikan dari klub-klub La Liga.
Laporan Fichajes menyebutkan Alli tengah “mempertimbangkan dengan cermat tujuan berikutnya” demi kelanjutan kariernya.
Kondisi ini membuat opsi transfer gratis Dele Alli menjadi daya tarik tersendiri bagi klub yang membutuhkan pengalaman.
Baca Juga: Mantan Wonderkid Dele Alli Gagal Bangkit di Como, Comeback ke Tim Utama Masih Tertunda
Elche dan Getafe Ajukan Tawaran Serius
Elche menjadi salah satu klub yang paling agresif dengan menawarkan kontrak berdurasi dua tahun.
Gaji yang diajukan Elche disebut mendekati dua juta euro per musim.
Manajemen Elche menilai Alli masih memiliki “potensi yang bisa dimaksimalkan” di kompetisi Spanyol.
Sementara itu, Getafe menawarkan kontrak selama 18 bulan dengan pendekatan berbeda.
Getafe percaya Alli mampu “membawa pengalaman dan unsur kejutan dalam momen-momen krusial”.
Sevilla dan Real Oviedo Pilih Kontrak Jangka Pendek
Berbeda dari Elche dan Getafe, Sevilla serta Real Oviedo mengusulkan kontrak hingga akhir musim.
Kedua klub menilai durasi pendek ideal untuk mengukur kebugaran dan konsistensi performa Alli.
Jika performanya memuaskan, opsi perpanjangan kontrak akan dipertimbangkan.
Pendekatan ini dinilai realistis mengingat riwayat cedera dan minimnya menit bermain Alli dalam dua tahun terakhir.
Real Oviedo Cari Dorongan Moral Instan
Real Oviedo menjadi klub pertama yang melakukan pendekatan langsung kepada pihak Dele Alli.
Klub promosi La Liga tersebut berharap kehadiran Alli mampu memberikan “dorongan moral instan” bagi tim.
Manajemen Oviedo meyakini Alli dapat memberi “pergerakan dari lini kedua dan kepemimpinan di ruang ganti yang penuh tekanan”.
Saat ini, Real Oviedo berada di papan bawah klasemen dengan koleksi 13 poin dari 20 pertandingan.
Peluang Kebangkitan Dele Alli di La Liga
Meski setiap klub memiliki rencana berbeda, semuanya sepakat bahwa La Liga bisa menjadi panggung kebangkitan Alli.
Kompetisi Spanyol dinilai cocok untuk mengembalikan rasa percaya diri sang pemain.
Para peminat percaya Dele Alli La Liga dapat kembali “merasa menentukan dan bersaing di level tertinggi”.
Dengan usia 29 tahun, peluang karier Dele Alli untuk bangkit masih terbuka jika ia menemukan lingkungan yang tepat.
Langkah berikutnya akan menjadi penentu apakah kisah transfer gratis Dele Alli berujung pada kebangkitan atau sekadar persinggahan singkat dalam kariernya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni