Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Strategi Michael Carrick di Manchester United Jadi Sorotan, Begini Analisa Jamie Carragher

Bihan Mokodompit • Rabu, 21 Januari 2026 | 11:02 WIB
Michael Carrick dan Jamie Carragher.
Michael Carrick dan Jamie Carragher.

RADARTUBAN - Strategi Michael Carrick di Manchester United menjadi perhatian publik setelah kemenangan mengejutkan dalam Derby Manchester di Old Trafford.

Pertandingan Derby Manchester tersebut mempertemukan Manchester United melawan Manchester City yang tengah berada dalam performa impresif.

Manchester United datang ke laga Derby Manchester dengan tekanan besar akibat hasil kurang konsisten pada pekan-pekan sebelumnya.

Manchester City justru berstatus unggulan karena membawa catatan 13 pertandingan tanpa kekalahan di Liga Inggris.

Namun hasil akhir Derby Manchester berbalik arah setelah Manchester United mampu mengamankan kemenangan penting.

Gol kemenangan Manchester United dicetak pada babak kedua melalui Bryan Mbuemo dan Patrick Dorgu.

Kemenangan tersebut menjadi kemenangan pertama Manchester United pada tahun 2026.

Keberhasilan itu tidak lepas dari Strategi Michael Carrick yang dinilai sederhana namun efektif.

Michael Carrick baru saja ditunjuk sebagai pelatih interim Manchester United setelah kepergian Ruben Amorim.

Waktu persiapan yang terbatas membuat Carrick memilih pendekatan yang tidak rumit.

Pendekatan tersebut mendapat perhatian dari pengamat sepak bola Inggris.

Salah satu analis yang menyoroti pertandingan tersebut adalah Jamie Carragher.

Dalam tayangan Monday Night Football, Carragher memberikan Analisis Jamie Carragher secara mendalam.

Carragher menilai Strategi Michael Carrick sebagai pendekatan kembali ke dasar permainan sepak bola.

“Rasanya seperti pendekatan kembali ke dasar, dan saya mengatakannya dalam arti positif karena mereka hanya memiliki beberapa hari untuk berlatih,” ujar Carragher.

Carragher menilai staf pelatih Manchester United tidak ingin terlalu mempersulit pemain dengan taktik berlapis.

“Staf pelatih yang baru sepertinya memilih untuk tidak mengkomplikasi situasi,” lanjut Carragher.

Ia membandingkan pendekatan Manchester United dengan tren pressing modern di Liga Inggris.

“Kami baru saja melihat Chelsea dengan pressing man-to-man, yang kini menjadi bagian besar sepak bola modern di Premier League,” ucap Carragher.

Menurut Carragher, Manchester United justru memilih pressing zonal yang jarang digunakan klub besar saat ini.

“Tapi ini terasa seperti kilas balik ke masa lalu dengan pendekatan zonal dan kerja kolektif,” kata Carragher.

Carragher menekankan bahwa kerja keras tanpa bola menjadi kunci kemenangan Manchester United.

“Hal yang tidak bisa dihentikan siapa pun adalah kemauan untuk berlari saat tidak menguasai bola,” ujar Carragher.

Ia menyebut performa tersebut sebagai sesuatu yang luar biasa.

Analisis Jamie Carragher juga menyoroti kontribusi statistik jarak tempuh pemain Manchester United.

Empat pemain Manchester United masuk daftar teratas jarak lari saat bertahan.

Kobbie Mainoo mencatat jarak 7,9 kilometer dalam pertandingan tersebut.

Patrick Dorgu mencatat jarak lari 7,2 kilometer.

Amad mencatat jarak tempuh sejauh 7 kilometer.

Bruno Fernandes menutup daftar dengan jarak 6,7 kilometer.

Carragher secara khusus memuji peran Kobbie Mainoo di lini tengah.

“Kobbie Mainoo tampil fantastis dan membentuk kemitraan yang sangat solid dengan Casemiro,” ujar Carragher.

Analisis Jamie Carragher juga menjelaskan bagaimana Manchester United memanfaatkan kelemahan pemain muda Manchester City.

Carragher menilai Max Alleyne menjadi target pressing karena minim pengalaman.

“Idenya adalah membiarkan bola mengalir ke bek termuda atau yang paling lemah dengan kaki terlemahnya,” kata Carragher.

Menurut Carragher, skema tersebut merupakan pendekatan klasik yang efektif.

Ia juga menyoroti bagaimana Mainoo bertugas khusus mengawal Rodri.

“Mainoo terus keluar dari posisi untuk menghentikan Rodri mengatur permainan,” ucap Carragher.

Peran tersebut membuat Casemiro tidak lagi sendirian di lini tengah Manchester United.

Carragher menyebut pergerakan Amad dan Dorgu sebagai kunci keseimbangan tim.

“Amad dan Dorgu harus bergerak ke dalam dan mempersempit jarak,” ujar Carragher.

Ia bahkan membandingkan jarak antarpemain tersebut dengan era klasik Liga Inggris.

“Jarak mereka bisa saja seperti Giggs dan Beckham,” tutup Carragher.

Kemenangan ini menjadi momentum penting bagi Manchester United untuk membangun konsistensi.

Derby Manchester kali ini membuktikan bahwa pendekatan sederhana masih relevan di sepak bola modern.

Strategi Michael Carrick kini menjadi bahan diskusi luas jelang laga-laga berikutnya Manchester United. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#michael carrick #Ruben Amorim #Patrick dorgu #jamie carragher #Manchester United #Old Trafford #liga inggris #Manchester City #derby manchester #Bryan Mbeumo