Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Xabi Alonso Tinggalkan Real Madrid, Bale Nilai Salah Peran Sejak Awal

Bihan Mokodompit • Kamis, 22 Januari 2026 | 20:10 WIB
Gareth Bale bersama bos Real Madrid, Florentino Perez
Gareth Bale bersama bos Real Madrid, Florentino Perez

RADARTUBAN - Xabi Alonso tinggalkan Real Madrid lebih cepat dari perkiraan publik sepak bola Eropa, dan keputusan tersebut dinilai bukan sebuah kejutan oleh sejumlah mantan pemain yang memahami betul kultur internal klub raksasa Spanyol itu.

Kepastian Xabi Alonso tinggalkan Real Madrid menjadi sorotan karena terjadi hanya delapan bulan setelah ia resmi menukangi Los Blancos di Santiago Bernabéu.

Mantan gelandang Real Madrid dan Tottenham Hotspur, Gareth Bale, menyebut kegagalan Alonso bukan terletak pada kapasitas teknisnya sebagai pelatih.

Kesuksesan Xabi Alonso di Jerman Jadi Pembanding

Sebelum ke Spanyol, Alonso mencuri perhatian publik lewat keberhasilannya membangkitkan Bayer Leverkusen dari ancaman degradasi.

Pada musim 2023–2024, Alonso bahkan membawa Leverkusen menjuarai Bundesliga untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub.

Prestasi tersebut diperkuat dengan gelar DFB Pokal dan pencapaian hingga final Liga Europa.

Kesuksesan itu membuat banyak pihak optimistis ketika Alonso dipercaya menangani Real Madrid.

Namun, situasi di Bernabéu terbukti jauh berbeda dibandingkan tantangan yang ia hadapi di Bundesliga.

Gareth Bale Soroti Perbedaan Peran Pelatih dan Manajer

Gareth Bale, yang pernah bermain bersama Alonso pada musim 2013–2014, menilai pendekatan Alonso tidak sesuai dengan karakter Real Madrid.

“Ini tidak mengejutkan saya [bahwa dia pergi],” ujar Gareth Bale saat tampil di TNT Sports.

“Saya sangat memahami bagaimana Real Madrid bekerja, dan jika hasil tidak datang—dan itu tidak perlu banyak—Anda akan tersingkir,” lanjut Gareth Bale.

Menurut Bale, manajemen ego pemain Real Madrid justru menjadi faktor paling krusial di klub tersebut.

“Xabi adalah pelatih yang luar biasa, tetapi ketika Anda datang ke Real Madrid, Anda tidak perlu menjadi seorang pelatih,” ucap Bale.

“Lebih dari sekadar melatih, Anda harus mengelola ego di ruang ganti,” tambahnya.

Pernyataan tersebut mempertegas pentingnya manajemen ego pemain Real Madrid ketimbang pendekatan taktik yang terlalu kompleks.

Baca Juga: Zidane Kunjungi Spanyol, Kode Bakal Gantikan Xabi Alonso Latih Real Madrid?

Budaya Real Madrid dan Tantangan Mengelola Bintang

Real Madrid dikenal sebagai klub yang dipenuhi pemain bintang dengan status dan pengaruh besar.

Dalam konteks ini, manajemen ego pemain Real Madrid kerap menjadi kunci keberhasilan seorang manajer.

Sejarah mencatat Vicente del Bosque, Carlo Ancelotti, dan Zinedine Zidane sukses bukan karena taktik rumit.

Ketiganya dikenal unggul dalam membangun hubungan personal dan menjaga keseimbangan ruang ganti.

Pendekatan tersebut dinilai tidak sepenuhnya diterapkan Alonso selama masa singkatnya.

Jamie Carragher Sebut Kepergian Alonso Pilihan Terbaik

Pendapat senada juga disampaikan Jamie Carragher yang pernah menjadi rekan Alonso di Liverpool.

Dalam analisanya di CBS Sports, Jamie Carragher menilai Alonso datang dengan visi yang sulit diwujudkan di Real Madrid.

“Ia datang dengan gagasan tertentu, dan dengan cepat menjadi jelas bahwa ia tidak akan diizinkan melatih sesuai dengan keinginannya,” kata Jamie Carragher.

“Ini lebih baik untuknya, karena jauh di dalam hati ia tahu itu bukan caranya,” lanjut Jamie Carragher.

Menurut Carragher, Real Madrid membutuhkan figur manajer yang kuat dalam kepemimpinan, bukan sekadar pelatih taktik.

Pandangan Jamie Carragher tersebut memperkuat narasi bahwa perpisahan ini menguntungkan kedua belah pihak.

Evaluasi dan Pelajaran dari Kepergian Alonso

Keputusan Xabi Alonso tinggalkan Real Madrid menjadi refleksi penting tentang perbedaan budaya sepak bola di setiap klub elite.

Real Madrid menuntut hasil instan dan stabilitas ruang ganti di atas eksperimen taktik jangka panjang.

Dengan latar belakang tersebut, Xabi Alonso tinggalkan Real Madrid dinilai sebagai langkah realistis dalam perjalanan karier kepelatihannya.

Ke depan, Alonso diyakini tetap memiliki masa depan cerah di klub yang sejalan dengan filosofi permainannya.

Sementara itu, Real Madrid kembali dihadapkan pada tantangan menemukan sosok yang tepat untuk mengelola skuad bertabur bintang. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Real Madrid #xabi alonso #bayer leverkusen #spanyol #Los Blancos #Tottenham Hotspur #Gareth Bale