RADARTUBAN - Komitmen memperkuat atlet TNI Jawa Timur semakin nyata setelah Kodam V Brawijaya dan KONI Jawa Timur sepakat menjalin kolaborasi pembinaan cabang olahraga unggulan.
Sinergi ini diarahkan untuk memperkuat prestasi olahraga Jawa Timur melalui optimalisasi atlet dari lingkungan prajurit TNI yang selama ini telah memiliki rekam jejak prestasi.
Fokus utama kerja sama tersebut berada pada cabang karate, tinju, dan menembak yang dinilai memiliki potensi besar untuk menyumbang medali.
Kolaborasi ini terungkap dalam pertemuan antara jajaran Kodam V Brawijaya dan KONI Jawa Timur yang digelar di Surabaya.
Kepala Staf Kodam V/Brawijaya, Kolonel Inf Agus Sulistyo, menyebut prajurit TNI memiliki kesiapan fisik dan mental yang kuat untuk bersaing di level nasional.
“Kami memiliki beberapa atlet yang berpotensi memperkuat Jawa Timur, terutama dari cabang olahraga karate, tinju, menembak, dan beberapa cabang olahraga lainnya,” jelas Kolonel Agus.
Menurutnya, pembinaan di lingkungan militer membuat atlet TNI terbiasa dengan disiplin dan tekanan kompetisi.
Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga Jawa Timur di berbagai ajang nasional.
KONI Jawa Timur menilai keterlibatan prajurit TNI dapat memperkuat kedalaman skuad di cabang olahraga tertentu.
Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menegaskan pihaknya membuka ruang seleksi yang sama bagi atlet TNI maupun atlet sipil.
Ia menyebutkan seleksi terbuka menjadi bagian penting dalam persiapan menghadapi PON Bela Diri 2026.
“Ada seleksi atlet tinju yang akan digelar pada akhir Januari di Ngawi. Kami berharap para petinju dari prajurit Kodam V Brawijaya bisa ikut seleksi untuk memperkuat kontingen Jawa Timur,” kata Nabil.
Seleksi tersebut menjadi pintu masuk resmi bagi atlet TNI Jawa Timur untuk memperkuat kontingen daerah.
Nabil juga mengungkapkan bahwa sebelumnya sudah ada prajurit TNI yang memperkuat Jawa Timur di ajang nasional.
“Ke depannya, kami berharap ada lebih banyak lagi prajurit TNI yang menjadi atlet Jawa Timur, terutama dari lingkungan Kodam V Brawijaya. Kolaborasi ini akan membuka peluang bagi mereka berprestasi di tingkat nasional,” ujarnya.
Keberadaan atlet TNI dinilai mampu meningkatkan persaingan sehat dalam pembinaan olahraga daerah.
Situasi ini sekaligus mendorong peningkatan kualitas prestasi olahraga Jawa Timur secara menyeluruh.
Selain karate dan tinju, cabang menembak juga masuk dalam proyeksi jangka panjang KONI Jawa Timur.
Cabang tersebut diproyeksikan menjadi kekuatan utama menuju PON 2028.
Kodam V Brawijaya dinilai memiliki sumber daya atlet menembak yang kompetitif dan berpengalaman.
Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari persiapan berkelanjutan menuju PON Bela Diri 2026 di Manado.
Pendekatan jangka panjang tersebut menunjukkan bahwa pembinaan tidak dilakukan secara instan.
KONI Jawa Timur menilai kerja sama dengan Kodam V Brawijaya sebagai langkah strategis dalam memperluas basis atlet.
Model pembinaan ini juga dinilai efisien karena memanfaatkan sumber daya yang sudah tersedia.
Dengan sinergi tersebut, atlet TNI Jawa Timur diharapkan mampu menjadi tulang punggung kontingen daerah di masa mendatang.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan prestasi yang konsisten dan berkelanjutan.
Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu lumbung atlet nasional. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni