Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ketika Kesabaran Mengalahkan Instan: Inilah Lima Manajer Terlama di Liga Top Eropa, Nomor 3 Bergelimang Gelar

Tulus Widodo • Senin, 26 Januari 2026 | 10:15 WIB
Pep Guardiola masuk daftar lima pelatih ini bertahan paling lama di liga top Eropa.
Pep Guardiola masuk daftar lima pelatih ini bertahan paling lama di liga top Eropa.

RADARTUBAN – Sepak bola Eropa hari ini adalah dunia yang kejam bagi para pelatih. Satu rangkaian hasil buruk bisa menghapus kontrak, reputasi, bahkan karier.

Namun data yang dirilis akun X Score 90 menunjukkan ironi menarik: di tengah budaya instan dan pemecatan kilat, masih ada manajer yang bertahan bertahun-tahun—bahkan hampir dua dekade—di level tertinggi.

Daftar Top 5 Longest Serving Managers di lima liga top Eropa bukan sekadar statistik masa kerja.

Ini adalah potret kepercayaan, kesabaran klub, dan konsistensi visi yang semakin jarang ditemukan.

Frank Schmidt: Loyalitas yang Jadi Identitas

Paling atas dalam daftar, Frank Schmidt bersama Heidenheim mencatat masa kerja luar biasa: 18 tahun 4 bulan. Angka ini hampir terasa tidak masuk akal di era modern.

Schmidt bukan hanya pelatih; ia adalah identitas klub. Dari divisi bawah hingga menembus Bundesliga, perjalanan Heidenheim dibangun lewat kontinuitas, bukan belanja besar.

Di saat klub-klub besar panik mencari solusi instan, Heidenheim memilih bertahan dengan satu sosok—dan hasilnya nyata.

Diego Simeone: Stabilitas dalam Tekanan

Di posisi kedua, Diego Simeone bersama Atletico Madrid dengan masa bakti 14 tahun 1 bulan. Berbeda dengan Schmidt, Simeone bekerja di klub raksasa dengan tekanan konstan.

Pelatih asal Argentina itu bertahan bukan karena romantisme, melainkan prestasi.

Atletico di era Simeone dikenal keras, disiplin, dan kompetitif—menantang dominasi Real Madrid dan Barcelona.

Kepercayaan manajemen dibayar dengan trofi dan identitas permainan yang jelas.

Guardiola: Kesuksesan yang Menjaga Kursi

Pep Guardiola menempati urutan ketiga dengan 9 tahun 7 bulan di Manchester City.

Dalam sepak bola elite, bertahan hampir satu dekade di klub kaya justru tidak otomatis aman. Ekspektasi selalu naik.

Guardiola bertahan karena satu alasan sederhana: hasil. City bukan hanya menang, tetapi mendominasi dengan gaya.

Baca Juga: Rekor Gila Pep Guardiola: 72 Persen Kemenangan dari 1.000 Laga, Tak Terkejar Mourinho dan Ancelotti!

Di sini, stabilitas lahir dari kesesuaian visi antara manajer dan pemilik klub.

Arteta dan Proses yang Dipertaruhkan

Di bawah Guardiola, ada Mikel Arteta bersama Arsenal dengan 6 tahun 1 bulan. Masa kerja ini sarat risiko. Arteta sempat diragukan, bahkan nyaris kehilangan kepercayaan publik.

Namun Arsenal memilih bertahan pada proses. Hasilnya perlahan terlihat: skuad muda, identitas permainan jelas, dan Arsenal kembali menjadi penantang serius.

Arteta adalah contoh bahwa kesabaran tidak selalu instan membuahkan hasil—tetapi bisa sangat berharga.

Pellegrini: Tenang di Tengah Real Betis

Melengkapi daftar, Manuel Pellegrini di Real Betis dengan 5 tahun 6 bulan. Tidak banyak sorotan, tidak banyak drama. Pellegrini bekerja dengan pendekatan tenang dan realistis.

Betis stabil, kompetitif, dan konsisten di papan atas La Liga. Di klub seperti Betis, bertahan lebih dari lima tahun adalah bukti bahwa manajemen dan pelatih berjalan di jalur yang sama.

Sepak Bola dan Harga Kesabaran

Data dari Score 90 ini menegaskan satu pelajaran penting: di sepak bola modern, kesabaran adalah mata uang langka.

Klub yang berani bertahan dengan satu manajer sering kali menuai hasil jangka panjang—meski harus menahan kritik dan tekanan.

Di tengah hiruk-pikuk pemecatan dan pergantian pelatih, lima nama ini berdiri sebagai pengecualian. Mereka bukan hanya bertahan lama.

Mereka membuktikan bahwa stabilitas, jika dikelola dengan visi dan kepercayaan, masih relevan di sepak bola level tertinggi. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Top 5 Longest Serving Managers #liga top eropa #diego simeone #Frank Schmidt #pep guardiola #Manchester City