RADARTUBAN – Juventus belum berhenti bergerak. Di saat banyak klub mulai mengencangkan ikat pinggang, Bianconeri justru membuka satu peluang besar di lini depan.
Nama Jean-Philippe Mateta muncul sebagai target serius, dan kali ini bukan sekadar wacana.
Dari London hingga Turin, negosiasi berjalan di bawah radar. Satu hal sudah jelas: Juventus dan sang pemain telah sepakat secara personal. Sisanya adalah adu kepentingan antarklub.
"Juventus masih mengincar Mateta, yang telah menyetujui persyaratan pribadi dengan Juve untuk kontrak 4 tahun (€ 3,5 juta per tahun). Crystal Palace meminta € 35 juta untuk menjualnya secara permanen; sementara Juve ingin merekrutnya dengan status pinjaman + opsi pembelian termasuk kewajiban hanya jika Juve lolos UCL 26/27." tulis jurnalis Nicolo Schira, melalui akun X miliknya.
Empat tahun kontrak. Gaji € 3,5 juta per musim. Bagi Juventus, ini sinyal kuat bahwa Mateta masuk dalam rencana teknis, bukan solusi darurat.
Palace Tegas, Juventus Berhitung
Masalahnya ada pada harga. Crystal Palace mematok € 35 juta untuk penjualan permanen. Angka yang bagi Juventus terasa berat, terutama di tengah proyek penyeimbangan neraca keuangan.
Baca Juga: AC Milan Bidik Jean-Philippe Mateta, Striker Crystal Palace yang Prioritaskan Pindah ke Serie A
Sebaliknya, Juventus mengajukan skema yang lebih aman: pinjaman dengan opsi beli, disertai klausul kewajiban membeli hanya jika Juve lolos Liga Champions 2026/2027.
Ini bukan sekadar trik negosiasi, tapi refleksi kondisi klub—ambisi tetap ada, risiko harus terukur.
Mateta: Profil Fisik yang Dicari Juventus
Mateta bukan striker glamor. Ia kuat, direct, dan bekerja di ruang sempit. Tipikal penyerang yang dibutuhkan Juventus saat permainan buntu dan bola-bola silang menjadi jalan terakhir.
Bagi Mateta, Turin menawarkan panggung besar dan lonjakan status. Bagi Juventus, ia adalah kepingan puzzle untuk memberi variasi di lini serang—bukan bintang utama, tapi bisa jadi penentu.
Liga Champions Jadi Penentu Takdir
Klausul kewajiban beli yang bergantung pada tiket Liga Champions menunjukkan satu hal: masa depan Mateta di Juventus sangat terkait dengan performa tim.
Jika Juve kembali ke level elite Eropa, transfer ini bisa berubah dari pinjaman aman menjadi pembelian permanen yang masuk akal.
Jika tidak, Mateta berpotensi hanya menjadi episode singkat dalam perjalanan panjang Juventus mencari kembali identitasnya.
Menunggu Siapa Mengalah
Kini bola ada di meja negosiasi. Palace menunggu angka yang mereka anggap pantas. Juventus menunggu celah untuk tetap agresif tanpa ceroboh.
Satu yang pasti: selama jendela transfer belum tertutup, nama Mateta akan terus bergema di Turin. Dan Juventus, sekali lagi, memilih berjudi—dengan perhitungan dingin. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni