RADARTUBAN – Liga Champions musim ini tak sekadar menyaring tim terbaik Eropa, tetapi juga membuka jurang performa antara Inggris dan Italia.
Keduanya sama-sama datang dengan reputasi besar, namun hasil akhirnya bercerita dengan nada yang jauh berbeda.
Inggris melaju dengan kekuatan penuh. Italia bertahan, tapi dengan luka.
Inggris: Dominasi Nyata, Bukan Sekadar Nama
Data dari akun X @IFTVofficial memperlihatkan lima wakil Inggris—Arsenal, Liverpool, Tottenham, Chelsea, ditambah Manchester City—menjadi gambaran paling telanjang tentang superioritas Premier League.
Mereka lolos langsung ke 16 besar, tanpa harus mengulang start dari garis playoff.
Ciri mereka sama: tempo tinggi, kedalaman skuad, rotasi berjalan, dan mental Eropa yang matang.
Inggris tidak hanya menang, mereka mengendalikan fase grup.
Hasil ini menegaskan bahwa dominasi Inggris bukan kebetulan musiman, melainkan produk ekosistem: finansial kuat, intensitas liga domestik, dan kualitas pemain yang merata hingga bangku cadangan.
Italia: Masih Hidup, Tapi Tidak Nyaman
Italia memang tidak runtuh sepenuhnya. Inter (peringkat 10), Juventus (13), dan Atalanta (15) masih bertahan.
Namun ketiganya harus masuk jalur playoff, fase yang rawan kesalahan dan menguras mental.
Lebih menyakitkan, Napoli justru menjadi satu-satunya wakil Italia yang tersingkir. Ironis, mengingat status dan ekspektasi yang menempel pada mereka.
Italia masih ada di peta, tetapi bukan sebagai kekuatan dominan—lebih sebagai penumpang yang harus terus waspada agar tak terlempar.
Perbedaan Filosofi yang Terbaca Jelas
Inggris bermain untuk menekan, menguasai, dan mematikan pertandingan lebih cepat.
Italia masih mengandalkan kontrol tempo, disiplin taktik, dan efisiensi—yang di level Liga Champions modern tidak selalu cukup.
Ketika jadwal padat dan lawan menekan tanpa henti, kedalaman skuad Inggris menjadi pembeda.
Italia, dengan rotasi terbatas dan ketergantungan pada struktur, lebih rentan goyah.
Baca Juga: Keputusan Gila Mourinho Berbuah Manis, Kiper Benfica Bobol Real Madrid di Liga Champions
Kesimpulan: Inggris Memimpin Zaman, Italia Mengejar
Liga Champions musim ini seperti cermin besar:
✓ Inggris memimpin arah sepak bola Eropa saat ini
✓ Italia masih berjuang menyesuaikan diri dengan realitas baru
Serie A belum mati. Tapi jika ingin kembali disegani, Italia harus berbuat lebih dari sekadar bertahan.
Sementara Inggris, untuk saat ini, melaju dengan kepercayaan diri penuh—dan hasil yang berbicara sendiri. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni