Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Inter Milan Kunci Kesepakatan Pribadi Moussa Diaby, Nasib Transfer Menunggu Restu Al Ittihad

Tulus Widodo • Kamis, 29 Januari 2026 | 15:39 WIB
Inter menawarkan skema pinjaman dengan opsi beli €35 juta untuk Moussa Diaby
Inter menawarkan skema pinjaman dengan opsi beli €35 juta untuk Moussa Diaby

RADARTUBAN - Pemuncak klasemen sementara Serie A, Inter Milan kembali menunjukkan ambisi senyap tapi mematikan di bursa transfer.

Klub biru-hitam itu telah mencapai kesepakatan personal dengan winger eksplosif Moussa Diaby.

Sebuah langkah krusial yang menandakan keseriusan Nerazzurri membangun ulang daya dobrak lini depan.

Kabar ini disampaikan langsung oleh jurnalis transfer paling kredibel Eropa, Fabrizio Romano, melalui akun X miliknya.

Dalam laporannya, Romano menegaskan bahwa kesepakatan personal antara Inter dan Diaby sudah beres.

Lebih jauh, transfer ini juga telah mendapatkan lampu hijau dari pelatih Cristian Chivu, figur kunci dalam struktur teknis Inter saat ini.

Namun, satu penghalang besar masih berdiri tegak: Al Ittihad.

Baca Juga: Inter Milan Amankan Francesco Pio Esposito, Kontrak Baru Jadi Tameng Godaan Klub Premier League

Skema Cerdas, Risiko Tetap Ada

Inter tidak datang dengan proposal sembrono. Skema yang diajukan adalah peminjaman dengan opsi beli senilai € 35 juta—angka yang jika dikonversi menembus kisaran Rp 600 miliar.

Sebuah skema yang mencerminkan kehati-hatian finansial, sekaligus keyakinan bahwa Diaby masih punya nilai kompetitif tinggi di level elite Eropa.

Bagi Inter, ini adalah jalan tengah. Tidak langsung mengikat dana besar, tetapi tetap membuka peluang mengamankan aset jika sang pemain mampu beradaptasi dan memberi dampak instan di Serie A.

Diaby: Kecepatan yang Dibutuhkan Inter

Secara teknis, Diaby adalah jawaban atas masalah lama Inter: kurangnya akselerasi dan ancaman satu lawan satu dari sisi sayap.

Pemain asal Prancis itu dikenal dengan kecepatan brutal, kemampuan menusuk dari half-space, dan naluri menciptakan peluang dalam situasi sempit—sesuatu yang kerap hilang dari permainan Inter musim lalu.

Restu Chivu bukan tanpa alasan. Diaby cocok dengan pendekatan permainan vertikal dan transisi cepat yang ingin dibangun Inter, terutama saat menghadapi lawan dengan blok rendah.

Al Ittihad Penentu Akhir

Meski Inter dan Diaby sudah sejalan, keputusan final sepenuhnya berada di tangan Al Ittihad.

Klub Arab Saudi itu harus memberi lampu hijau atas skema peminjaman yang ditawarkan—sebuah keputusan yang sarat kepentingan finansial dan strategi jangka pendek mereka sendiri.

Jika disetujui, Inter akan mendapatkan pemain jadi dengan risiko terukur. Jika ditolak, Nerazzurri harus kembali ke papan taktik dan daftar alternatif—sesuatu yang jelas tidak mereka harapkan di fase krusial bursa ini.

Untuk saat ini, bola ada di Arab Saudi. Inter menunggu. Diaby menunggu. Dan bursa transfer kembali menahan napas. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Moussa Diaby #bursa transfer #serie A #al ittihad #Inter Milan #Nerazzuri