Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Final AFCON 2025 Senegal vs Maroko Tetap Sah, CAF Jatuhkan Sanksi Tegas untuk Pemain dan Pelatih

Bihan Mokodompit • Jumat, 30 Januari 2026 | 08:54 WIB
Perayaan juara Timnas Senegal di Afcon usai kalahkan tuan rumah Maroko.
Perayaan juara Timnas Senegal di Afcon usai kalahkan tuan rumah Maroko.

RADARTUBAN - Final AFCON 2025 Senegal vs Maroko menjadi sorotan besar setelah Konfederasi Sepak Bola Afrika secara resmi memastikan hasil laga tidak diulang meski diwarnai kontroversi besar.

Keputusan tersebut diumumkan CAF setelah meninjau laporan wasit, perangkat VAR, serta keterangan resmi dari kedua federasi yang terlibat dalam Final AFCON 2025 Senegal vs Maroko.

Laga puncak yang digelar di Rabat pada 18 Januari 2025 itu berakhir dengan kemenangan Senegal 1-0 atas tuan rumah Maroko.

Pertandingan berjalan panas sejak awal dan mencapai puncak ketegangan pada masa tambahan waktu babak kedua.

Kontroversi penalti menjadi pemicu utama kekacauan ketika Maroko mendapat hadiah penalti setelah tinjauan VAR.

Keputusan tersebut memicu protes keras dari kubu Senegal yang merasa dirugikan.

Pelatih Senegal, Pape Thiaw, kemudian menginstruksikan para pemainnya untuk meninggalkan lapangan sebagai bentuk penolakan atas keputusan wasit.

Aksi walk-out itu membuat pertandingan tertunda selama sekitar 17 menit sebelum akhirnya dilanjutkan.

Setelah laga kembali berjalan, Brahim Diaz maju sebagai eksekutor penalti untuk Maroko.

Namun, tendangan Panenka yang dilepaskan pemain Real Madrid itu berhasil digagalkan kiper Senegal, Edouard Mendy.

Wasit Jean-Jacques Ndala kemudian langsung meniup peluit panjang yang menandai berakhirnya pertandingan Final AFCON 2025 Senegal vs Maroko.

Gol semata wayang Senegal dicetak oleh Pape Gueye pada menit keempat babak perpanjangan waktu.

Gol tersebut memastikan Senegal keluar sebagai juara Piala Afrika dan mengakhiri penantian gelar sejak 2021.

Hasil ini memicu reaksi keras dari Maroko yang kemudian menempuh jalur hukum.

Federasi Sepak Bola Maroko secara resmi mengajukan protes dan meminta pertandingan diulang.

Namun, CAF menegaskan bahwa tidak ada dasar regulasi untuk membatalkan hasil pertandingan.

Dalam pernyataan resminya, CAF menyatakan Pape Thiaw terbukti melakukan "perilaku tidak sportif" dan "mencoreng nama baik sepak bola".

Atas dasar itu, CAF menjatuhkan sanksi CAF berupa larangan mendampingi tim selama lima pertandingan kepada Thiaw.

Pelatih Senegal tersebut juga dikenai denda sebesar 100 ribu dolar Amerika Serikat.

Dua pemain Senegal, Iliman Ndiaye dan Ismaila Sarr, turut menerima sanksi CAF berupa larangan bermain dua pertandingan.

Keduanya dinilai melakukan tindakan tidak sportif terhadap perangkat pertandingan.

Federasi Sepak Bola Senegal juga dijatuhi denda total sebesar 615 ribu dolar Amerika Serikat.

Sanksi CAF tidak hanya dijatuhkan kepada Senegal, tetapi juga menyasar pemain Maroko.

Achraf Hakimi menerima hukuman larangan bermain dua pertandingan dengan satu laga ditangguhkan selama 12 bulan.

Sementara itu, Ismael Saibari dijatuhi larangan bermain tiga pertandingan serta denda 100 ribu dolar Amerika Serikat.

CAF menyebut kedua pemain Maroko tersebut melanggar aturan karena menghalangi kiper Senegal mengambil handuknya.

Meski sanksi CAF dijatuhkan cukup berat, keputusan tersebut tidak berdampak pada ajang internasional di luar Afrika.

Senegal dan Maroko dipastikan tetap tampil di Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Utara.

CAF menegaskan bahwa seluruh hukuman hanya berlaku untuk kompetisi di bawah naungan CAF.

Dengan demikian, Pape Thiaw tetap dapat mendampingi Senegal di Piala Dunia 2026.

Begitu pula Ndiaye, Sarr, Hakimi, dan Saibari yang tetap bisa memperkuat negaranya masing-masing.

Senegal sebagai juara Afrika tergabung dalam grup berat bersama Prancis dan Norwegia di Piala Dunia 2026.

Sementara Maroko berada satu grup dengan Brasil, Skotlandia, dan Haiti.

Kontroversi penalti dalam Final AFCON 2025 Senegal vs Maroko menjadi catatan penting bagi CAF untuk evaluasi ke depan.

Sejumlah pengamat menilai transparansi penggunaan VAR perlu ditingkatkan untuk menjaga kepercayaan publik.

CAF menyatakan akan terus melakukan pembenahan sistem perwasitan demi menjaga integritas kompetisi.

Keputusan akhir CAF diharapkan menjadi pelajaran agar insiden serupa tidak kembali terjadi di turnamen besar Afrika.

Final AFCON 2025 Senegal vs Maroko pun resmi tercatat dalam sejarah sebagai laga penuh drama, kontroversi penalti, dan sanksi CAF yang tegas. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#sanksi #kontroversi #var #Senegal vs Maroko #Final AFCON 2025 #CAF #pinalti