Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Godaan Uang Besar Ditolak, Ruben Loftus-Cheek Mantap Lanjutkan Kisah Bersama AC Milan

Tulus Widodo • Jumat, 30 Januari 2026 | 08:14 WIB
Ruben Loftus-Cheek memilih bertahan di AC Milan meski digoda kontrak fantastis dari klub Arab Saudi dan Eropa
Ruben Loftus-Cheek memilih bertahan di AC Milan meski digoda kontrak fantastis dari klub Arab Saudi dan Eropa

RADARTUBAN — Di tengah derasnya arus uang dan tawaran menggiurkan, Ruben Loftus-Cheek mengambil jalan yang jarang dipilih pesepak bola modern: bertahan.

Gelandang asal Inggris itu kian dekat memperpanjang kontraknya bersama AC Milan.

Loftus-Cheek menutup pintu bagi godaan dari berbagai penjuru, termasuk tawaran bernilai besar dari klub Arab Saudi.

Informasi tersebut disampaikan jurnalis transfer terpercaya Nicolo Schira melalui akun X miliknya.

Dalam laporannya, Schira menyebut Loftus-Cheek telah menolak pendekatan dari Lazio, Besiktas, Aston Villa, hingga sebuah klub Saudi yang siap menyodorkan kontrak bernilai fantastis. Keputusan sang pemain satu: tetap di San Siro.

Langkah ini menegaskan posisi Milan yang semakin kokoh di mata Loftus-Cheek. Bukan sekadar soal durasi kontrak, melainkan soal kepercayaan dan peran.

Sejak berseragam Rossoneri, eks Chelsea itu menemukan kembali identitasnya sebagai gelandang bertenaga, agresif, dan punya kebebasan menyerang. Sesuatu yang sempat hilang dalam fase karier sebelumnya.

Baca Juga: Struktur Baru AC Milan Mulai Terbentuk, Scaroni Bertahan di Tengah Pergeseran Dewan : Elliott Mundur Perlahan, Comvest Masuk

Milan Menang di Meja Negosiasi

Di internal klub, keputusan Loftus-Cheek juga dibaca sebagai sinyal positif. Milan tak hanya mampu mempertahankan pemain kunci, tetapi juga memenangkan persaingan non-teknis: meyakinkan pemain bahwa proyek olahraga lebih penting ketimbang nominal gaji semata.

Dalam era ketika Liga Arab Saudi kerap “menculik” bintang Eropa dengan cek kosong, Milan justru menang lewat stabilitas dan visi.

Secara teknis, peran Loftus-Cheek masih krusial. Fisiknya yang dominan, kemampuan membawa bola dari lini kedua, serta fleksibilitas bermain di beberapa posisi membuatnya menjadi aset penting dalam skema permainan Milan.

Tak heran jika manajemen bergerak cepat mengamankan masa depannya sebelum musim bergulir lebih jauh.

Prioritas Bukan Sekadar Gaji

Keputusan menolak tawaran kaya dari Timur Tengah juga membawa pesan lain: Loftus-Cheek belum selesai di level tertinggi sepak bola Eropa.

Ia memilih tantangan, atmosfer kompetitif Serie A, dan tekanan stadion legendaris ketimbang kenyamanan finansial instan.

Baca Juga: Liverpool Krisis Bek Tengah, Joe Gomez Masuk Radar AC Milan Jelang Penutupan Bursa Transfer

Pesan Loyalitas di Tengah Gempuran Transfer

Jika perpanjangan kontrak ini benar-benar rampung, Milan bukan hanya mempertahankan pemain.

Mereka mempertahankan simbol komitmen—sesuatu yang semakin langka di bursa transfer modern. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#liga arab saudi #AC Milan #bursa transfer #serie A #ruben loftus-cheek