RADARTUBAN – Lautaro Martínez kembali mengukir namanya dalam buku sejarah Inter Milan.
Bukan sekadar gol biasa, striker Argentina itu kini resmi menyamai torehan Alessandro Altobelli sebagai salah satu penyerang paling produktif Nerazzurri di Serie A.
Berdasarkan data OptaPaolo, Lautaro telah mengoleksi 128 gol di kasta tertinggi Liga Italia bersama Inter.
Teranyar, Lautaro menyumbang satu gol saat Inter melibas tuan rumah Cremonese 2-0 pada giornata ke-23 Serie A.
Angka itu menempatkannya di posisi keempat daftar pencetak gol terbanyak Inter sepanjang sejarah Serie A, sejajar dengan Altobelli—ikon besar Nerazzurri era 1980-an.
Jejak Para Legenda, Nama Lautaro Kini Permanen
Di atas Lautaro, hanya tersisa tiga nama yang nyaris sakral bagi publik Giuseppe Meazza:
- Giuseppe Meazza (197 gol)
- Benito Lorenzi (138 gol)
- Stefano Nyers (133 gol)
Masuknya Lautaro ke lingkaran elite ini bukan hasil satu musim gemilang, melainkan akumulasi konsistensi, loyalitas, dan peran sentralnya dalam proyek Inter selama bertahun-tahun.
Pemain 28 tahun itu bukan penyerang yang hidup dari satu-dua momen, melainkan mesin gol yang terus bekerja, musim demi musim.
Lebih dari Sekadar Angka
Gol ke-128 Lautaro datang di tengah laga Cremonese vs Inter, sebuah pertandingan yang mungkin tak akan dikenang karena dramanya, namun akan selalu diingat karena makna historisnya.
Di usia yang masih produktif, Lautaro belum menunjukkan tanda-tanda melambat.
Ia masih menjadi titik tumpu serangan, pemimpin di lapangan, dan simbol identitas Inter era modern—sebuah peran yang dulu diemban Altobelli, Lorenzi, hingga Meazza.
Rekor yang Nyaris Pasti Terlampaui
Secara matematis, peluang Lautaro menyalip Stefano Nyers (133 gol) terbuka lebar. Selisih lima gol bukan jarak yang sulit bagi striker utama Inter Milan tersebut.
Apalagi dengan jadwal Serie A yang masih panjang dan dukungan sistem permainan yang dirancang untuk memaksimalkan pergerakannya.
Pertanyaannya bukan lagi apakah Lautaro akan naik peringkat, melainkan seberapa jauh ia bisa mendekati—atau bahkan menantang—warisan Giuseppe Meazza dalam beberapa tahun ke depan.
Toro dan Identitas Inter Hari Ini
Julukan “Toro” bukan tempelan kosong. Lautaro kini bukan hanya pencetak gol, tapi wajah Inter Milan itu sendiri: agresif, emosional, keras kepala, dan tak pernah berhenti menekan lawan.
Sejarah sudah ia sentuh. Rekor berikutnya tinggal menunggu waktu. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni