Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mimpi Mateta ke AC Milan Buyar: Gagal Lolos Tes Medis, Bom Waktu Cedera Meledak!

Tulus Widodo • Selasa, 3 Februari 2026 | 08:11 WIB
Jean-Philippe Mateta
Jean-Philippe Mateta

RADARTUBAN — Harapan pemain Crystal Palace, Jean-Philippe Mateta untuk mengenakan seragam AC Milan resmi runtuh sebelum benar-benar dimulai.

Striker asal Prancis itu dipastikan harus naik meja operasi dan menepi dari lapangan selama tiga hingga empat bulan, setelah gagal melewati tes medis dalam proses transfernya ke Rossoneri.

Kabar tersebut pertama kali diungkap jurnalis Belgia, Sacha Tavolieri, dan dikutip akun X Transfer News Life.

Baca Juga: Transfer Jean-Philippe Mateta ke AC Milan Terancam Gagal Usai Tes Medis Picu Keraguan Klub

Informasi itu sekaligus menutup pintu Milan bagi Mateta—setidaknya dalam waktu dekat—dan mengubah skenario transfer yang sempat menghangat dalam beberapa pekan terakhir.

Tes Medis Jadi Titik Balik

Tes medis yang sejatinya bersifat formal justru menjadi alarm keras bagi tim medis AC Milan.

Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan masalah fisik serius yang tak bisa ditoleransi untuk pemain yang diharapkan langsung memberi dampak instan.

Keputusan pun diambil cepat dan tanpa kompromi. Mateta tidak hanya dinyatakan gagal medis, tetapi juga harus menjalani prosedur operasi.

Absennya sang penyerang diperkirakan mencapai tiga hingga empat bulan—durasi yang jelas di luar kalkulasi Milan.

Bagi klub sebesar AC Milan, ini bukan sekadar soal kualitas pemain, tetapi manajemen risiko.

Investasi apa pun menjadi tidak masuk akal jika pemain datang dalam kondisi siap masuk ruang perawatan, bukan ruang ganti.

Pukulan Telak bagi Mateta

Bagi Mateta sendiri, ini pukulan telak. Di usia emas seorang penyerang, kesempatan bergabung dengan klub raksasa Serie A seperti AC Milan bukan peluang yang datang dua kali dengan mudah.

Alih-alih membuka lembaran baru, Mateta kini harus fokus pada pemulihan panjang.

Operasi berarti waktu, dan waktu sering kali menjadi musuh paling kejam bagi pemain yang sedang mencari pijakan karier di level elite.

Belum jelas apakah Milan akan kembali membuka komunikasi setelah Mateta pulih.

Namun dalam dunia transfer modern yang bergerak cepat dan dingin, klub jarang menunggu.

Milan Tak Mau Ambil Risiko

Gagalnya transfer ini juga menegaskan satu hal: AC Milan sedang berada dalam fase tanpa ruang untuk spekulasi.

Dengan target bersaing di papan atas Serie A dan kompetisi Eropa, Rossoneri menuntut pemain yang siap tempur sejak hari pertama.

Cedera jangka menengah, apalagi yang membutuhkan operasi, adalah garis merah.

Terlebih untuk posisi striker yang menuntut intensitas tinggi dan kontinuitas performa.

Langkah Milan menghentikan proses transfer Mateta dinilai rasional, meski terasa kejam.

Sepak bola modern tidak memberi banyak ruang bagi romantisme.

Efek Domino di Bursa Transfer

Situasi Mateta berpotensi memicu efek domino. Klub pemiliknya kini harus memikirkan ulang rencana musim, sementara agen sang pemain menghadapi tugas berat: memulihkan kepercayaan pasar setelah label “gagal medis” melekat.

Di sisi lain, Milan kemungkinan akan kembali menyisir pasar untuk opsi penyerang lain—yang lebih aman secara medis dan siap secara fisik. Nama Mateta pun, untuk sementara, keluar dari radar.

Sepak Bola Tidak Menunggu

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa transfer bukan hanya soal statistik, gol, dan video highlight.

Tubuh pemain adalah aset utama—dan ketika tubuh itu bermasalah, semua rencana bisa runtuh seketika.

Jean-Philippe Mateta kini menghadapi lomba lain yang jauh lebih sunyi: lomba melawan waktu dan kondisi fisiknya sendiri.

Sementara itu, AC Milan melangkah pergi, tanpa menoleh ke belakang. Sepak bola tidak menunggu siapa pun. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#crystal palace #AC Milan #tes medis #bursa transfer #serie A #transfer #Sacha Tavolieri #Jean Philippe Mateta #rossoneri