RADARTUBAN - Transfer Jérémy Jacquet ke Liverpool resmi dikonfirmasi klub menjelang penutupan bursa transfer musim dingin, meski sang pemain baru bisa memperkuat The Reds pada awal musim panas mendatang.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Liverpool mulai menyusun ulang fondasi pertahanan mereka untuk jangka panjang di era kepelatihan Arne Slot.
Kesepakatan Cepat Jelang Deadline Bursa
Liverpool menyelesaikan proses administrasi transfer Jérémy Jacquet hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu bursa ditutup.
Bek berusia 20 tahun itu didatangkan dari Rennes dengan nilai kesepakatan yang dilaporkan mencapai £60 juta termasuk bonus tambahan.
Dari jumlah tersebut, Rennes dipastikan menerima dana awal sebesar £55 juta, sementara sisanya bergantung pada klausul performa pemain.
Jérémy Jacquet kemudian menandatangani kontrak jangka panjang yang mengikatnya di Anfield hingga musim panas 2031.
Gagalnya Chelsea Membuka Jalan bagi Liverpool
Sebelum kesepakatan ini terjadi, Chelsea disebut menjadi klub terdepan dalam perburuan Jérémy Jacquet.
Kesepakatan personal antara pihak Chelsea dan sang pemain bahkan dikabarkan sudah tercapai.
Namun, Rennes menolak melepas aset mudanya dengan harga di bawah valuasi klub yang dinilai lebih tinggi dari transfer Jérémy Doku ke Manchester City.
Situasi tersebut memberi celah bagi Liverpool untuk masuk dan mengamankan Transfer Jérémy Jacquet ke Liverpool.
Masalah Lama di Lini Belakang Liverpool
Transfer Jérémy Jacquet ke Liverpool tidak bisa dilepaskan dari krisis kedalaman pemain di sektor bek tengah.
Virgil van Dijk dan Ibrahima Konaté harus menanggung beban bermain yang sangat tinggi sepanjang musim.
Cedera yang dialami pemain pelapis membuat Liverpool kerap kehilangan opsi rotasi di lini pertahanan.
Kondisi tersebut turut berdampak pada performa tim secara keseluruhan di tengah jadwal padat kompetisi.
Pernyataan Arne Slot soal Beban Pemain
Pelatih Liverpool, Arne Slot, sempat menyoroti kondisi fisik Konaté yang dinilai terlalu sering dimainkan.
Arne Slot mengatakan, “Ia mungkin terlalu sering berada di lokasi kejadian musim ini,” yang merujuk pada minimnya waktu istirahat sang pemain.
Pernyataan Arne Slot itu memperkuat alasan mengapa Liverpool membutuhkan tambahan bek muda berkualitas.
Dalam konteks ini, Transfer Jérémy Jacquet ke Liverpool dinilai sebagai langkah preventif sekaligus strategis.
Profil dan Kelebihan Jérémy Jacquet
Jérémy Jacquet dikenal sebagai bek modern yang nyaman menguasai bola dan berani membawa bola dari lini belakang.
Posturnya yang mencapai 188 sentimeter membuatnya unggul dalam duel udara.
Di Rennes, Jérémy Jacquet kerap dimainkan sebagai bek kanan dalam formasi tiga bek.
Gaya bermain tersebut dinilai cocok dengan kebutuhan Liverpool yang mengandalkan bek agresif dan progresif.
Investasi Mahal dengan Risiko Terukur
Nilai Transfer Jérémy Jacquet ke Liverpool menempatkannya dalam daftar bek termahal dunia.
Meski demikian, Liverpool menilai potensi jangka panjang sang pemain sepadan dengan investasi yang dikeluarkan.
Ligue 1 dikenal sebagai liga yang keras secara fisik dan kerap melahirkan talenta bertahan berkualitas.
Faktor itu menjadi pertimbangan penting dalam keputusan Liverpool merekrut Jérémy Jacquet.
Tantangan Adaptasi di Liga Inggris
Meski menjanjikan, Jérémy Jacquet tetap menghadapi tantangan besar saat nanti tampil di Liga Inggris.
Intensitas pertandingan dan tekanan publik Anfield akan menjadi ujian mental tersendiri.
Arne Slot diperkirakan akan memberi masa adaptasi sebelum menjadikan Jacquet sebagai pilihan utama.
Keputusan tersebut sejalan dengan pendekatan Liverpool dalam mengembangkan pemain muda.
Transfer Jérémy Jacquet ke Liverpool mencerminkan pergeseran strategi klub yang kini lebih fokus pada keberlanjutan skuad.
Liverpool tidak hanya mencari solusi instan, tetapi juga membangun fondasi pertahanan untuk beberapa musim ke depan.
Dengan bimbingan Arne Slot dan pengalaman bermain bersama pemain senior, Jérémy Jacquet berpeluang menjadi pilar baru di Anfield.
Waktu akan membuktikan apakah keputusan mahal ini menjadi langkah tepat bagi Liverpool dalam persaingan papan atas Liga Inggris. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni