Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mateta di Persimpangan Karier: Operasi Lutut Dipertimbangkan, Crystal Palace Tak Mau Ambil Risiko

Tulus Widodo • Rabu, 4 Februari 2026 | 08:43 WIB
Crystal Palace tak mau ambil risiko, operasi lutut Jean-Philippe Mateta masuk pertimbangan
Crystal Palace tak mau ambil risiko, operasi lutut Jean-Philippe Mateta masuk pertimbangan

RADARTUBAN – Masa depan Jean-Philippe Mateta kembali diselimuti tanda tanya.

Setelah gagal menuntaskan kepindahan ke AC Milan akibat masalah medis, penyerang Crystal Palace itu kini berada di titik krusial dalam kariernya: menjalani operasi lutut atau menempuh jalan konservatif yang penuh risiko.

Informasi terbaru disampaikan jurnalis transfer terpercaya Fabrizio Romano melalui akun X.

Romano menyebutkan bahwa Mateta dan staf medis Crystal Palace akan segera mengambil keputusan terkait operasi lutut.

Ini menyusul temuan masalah pada dua sesi tes medis terpisah saat sang pemain menjalani pemeriksaan bersama AC Milan.

Keputusan ini tak sekadar berdampak pada sisa musim, tetapi juga berpotensi memengaruhi peluang Mateta dalam enam bulan ke depan—termasuk agenda besar Piala Dunia yang semakin mendekat.

Jejak Masalah yang Terungkap di Milan

Masalah lutut Mateta sejatinya bukan hal baru. Namun, situasinya menjadi terang-benderang setelah double medical tests sessions dengan AC Milan mengungkap risiko yang dianggap terlalu besar oleh klub Serie A tersebut.

Rossoneri memilih mundur, bukan karena kualitas Mateta diragukan, melainkan demi menghindari kemungkinan kehilangan pemain dalam jangka panjang. Dari sinilah alarm berbunyi lebih keras di Selhurst Park.

Bagi Crystal Palace, ini bukan sekadar persoalan medis, tetapi keputusan strategis: apakah lebih baik mengorbankan beberapa bulan sekarang, atau mempertaruhkan kebugaran sang striker dalam periode terpadat kariernya.

Operasi vs Waktu: Dilema Enam Bulan Penentu

Menurut Romano, solusi operasi sedang dipertimbangkan dengan mempertimbangkan enam bulan ke depan, periode yang krusial baik bagi klub maupun sang pemain.

Tanpa operasi, Mateta masih mungkin bermain—namun dengan risiko kambuh yang lebih besar.

Bagi Mateta pribadi, dilema ini jauh lebih emosional. Operasi berarti absen panjang dan kehilangan momentum.

Namun menunda tindakan bisa berujung cedera lebih parah, yang justru mengancam karier jangka panjang, termasuk peluang tampil di Piala Dunia.

Crystal Palace, di sisi lain, tak ingin mengulang kesalahan klasik: memaksakan pemain kunci hingga akhirnya kehilangan segalanya.

Dampak ke Bursa Transfer dan Rencana Palace

Kasus Mateta juga berdampak langsung pada pergerakan Palace di bursa transfer. Ketidakpastian kondisi sang striker membuat klub harus menyiapkan skenario darurat.

Mulai dari opsi penyerang pelapis hingga kemungkinan masuk pasar darurat jika operasi benar-benar diambil.

Yang jelas, keputusan ini tidak akan diambil secara gegabah. Palace ingin memastikan Mateta kembali dalam kondisi optimal, bukan sekadar “cukup fit” untuk bertahan.

Menunggu Putusan, Menahan Napas

Kini semua mata tertuju pada satu hal: keputusan akhir. Apakah Mateta akan memilih meja operasi demi masa depan yang lebih aman, atau mencoba bertahan dengan lutut yang belum sepenuhnya pulih?

Yang pasti, kegagalan transfer ke AC Milan bukan akhir cerita—melainkan awal dari babak paling menentukan dalam perjalanan karier Jean-Philippe Mateta. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#operasi lutut #piala dunia #crystal palace #AC Milan #bursa transfer #Jean Philippe Mateta