RADARTUBAN - Pendekatan Defensif Chelsea menjadi sorotan tajam setelah kekalahan dari Arsenal pada leg kedua semifinal Carabao Cup di Stadion Emirates.
Dalam laga Chelsea vs Arsenal tersebut, tim tamu gagal membalikkan keadaan meski hanya tertinggal agregat tipis dari pertemuan sebelumnya.
Chelsea datang ke London dengan defisit agregat 2–3, namun justru memilih bermain lebih berhati-hati sejak menit awal pertandingan.
Strategi tersebut membuat laga berjalan minim peluang dan cenderung tertutup hingga memasuki satu jam permainan.
Pendekatan Defensif Chelsea itu akhirnya berujung hasil pahit setelah Kai Havertz mencetak gol penentu kemenangan Arsenal di masa tambahan waktu.
Gol tersebut memastikan Arsenal melaju ke final Carabao Cup dan mengakhiri perjalanan Chelsea di kompetisi domestik tersebut.
Strategi Bertahan Chelsea Sejak Awal Laga
Sejak peluit pertama dibunyikan, Chelsea terlihat lebih fokus merapatkan lini pertahanan dibandingkan melakukan tekanan tinggi.
Formasi tiga bek diterapkan untuk meredam agresivitas Arsenal yang tampil dominan dalam penguasaan bola.
Dalam pertandingan Chelsea vs Arsenal itu, Kepa Arrizabalaga tercatat hanya melakukan dua penyelamatan yang relatif mudah.
Minimnya ancaman dari kedua tim membuat pertandingan berjalan datar dan nyaris tanpa peluang bersih.
Situasi tersebut memicu kritik karena Chelsea dinilai tidak menunjukkan urgensi mengejar gol penyeimbang agregat.
Pendekatan Defensif Chelsea pun dianggap tidak sejalan dengan status laga semifinal yang menuntut keberanian menyerang.
Kritik Tajam dari Pundit Inggris
Sejumlah pundit Inggris secara terbuka mempertanyakan keputusan taktik yang diambil oleh Liam Rosenior.
Paul Merson menjadi salah satu pengamat yang paling vokal mengkritik performa Chelsea di Carabao Cup.
“Saya benar-benar tercengang,” ujar Paul Merson di Sky Sports.
“Saya tidak percaya dengan apa yang baru saja saya saksikan.”
“Chelsea bukan tim papan bawah dan mereka punya pemain juara Piala Dunia.”
“Lebih baik kalah sambil habis-habisan daripada tersingkir seperti ini,” lanjutnya.
Jamie Redknapp juga menyampaikan pandangan serupa terkait laga Chelsea vs Arsenal.
“Kalau tidak tahu skor agregat, Anda akan mengira Chelsea sedang unggul,” kata Redknapp.
“Ini semifinal, Anda harus berani menyerang dan mengambil risiko,” tambahnya.
Pembelaan Liam Rosenior atas Taktik Tim
Menanggapi kritik tersebut, Liam Rosenior menegaskan bahwa strategi yang dipilih bukan tanpa pertimbangan matang.
“Saya pernah menjadi pundit dan mudah sekali berbicara setelah pertandingan selesai,” ujar Liam Rosenior.
“Jika saya menyerang dan menekan tinggi lalu kebobolan, kritiknya juga akan sama,” lanjutnya.
“Anda bisa unggul dua gol atau justru tertinggal dua gol dengan pendekatan seperti itu.”
“Saya merasa aspek psikologis sangat penting dalam pertandingan ini,” tegasnya.
Liam Rosenior juga menyebut absennya Reece James dan Pedro Neto sangat memengaruhi rencana permainan.
Kedua pemain tersebut gagal lolos tes kebugaran jelang laga Chelsea vs Arsenal.
Situasi tersebut memaksa Chelsea menyesuaikan taktik dan susunan pemain secara mendadak.
Faktor Kondisi Tim dan Leg Pertama
Liam Rosenior kembali menyinggung kondisi tim pada leg pertama Carabao Cup di Stamford Bridge.
Saat itu, Chelsea disebut sedang mengalami gangguan kesehatan di dalam skuad.
“Ini bukan alasan, ini adalah kenyataan,” ujar Liam Rosenior.
Ia menilai kondisi tersebut berpengaruh pada hasil keseluruhan duel Chelsea vs Arsenal.
Meski demikian, Rosenior tetap mengakui hasil akhir tidak berpihak kepada timnya.
Pujian dari Arsenal untuk Chelsea
Di tengah kritik yang deras, pendekatan Chelsea justru mendapat apresiasi dari kubu Arsenal.
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menilai Chelsea sebagai tim yang terorganisasi dengan baik.
“Mereka tim yang dilatih dengan sangat bagus dan menyulitkan kami,” kata Arteta.
Gelandang Arsenal, Declan Rice, juga memberikan penilaian positif terhadap Chelsea di Carabao Cup.
“Mereka mengubah formasi dan itu membuat kami bekerja keras,” ujar Rice.
“Kredit pantas diberikan untuk Chelsea dan pertahanan kami juga tampil luar biasa,” tambahnya.
Pendekatan Defensif Chelsea mungkin gagal membawa tiket final, namun tetap memunculkan perdebatan menarik soal strategi dan filosofi sepak bola modern. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni