Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mantan Penggawa Timnas Jerman Amin Younes Tolak Tawaran Fantastis Persija: Uang Besar Tak Selalu Mengubah Arah Karier

Tulus Widodo • Jumat, 6 Februari 2026 | 09:10 WIB
Persija Jakarta gagal merekrut Amin Younes meski menawarkan gaji besar
Persija Jakarta gagal merekrut Amin Younes meski menawarkan gaji besar

RADARTUBAN – Tidak semua tawaran besar berujung pada kata sepakat.

Di tengah agresivitas klub-klub Indonesia memburu nama besar Eropa pada bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/26, kabar penolakan justru datang dari Jerman.

Amin Younes, mantan penggawa Timnas Jerman, dikabarkan memilih bertahan di Eropa meski menerima proposal bernilai fantastis dari Persija Jakarta.

Informasi yang dilansir media Jerman BILD menyebutkan, Persija menawarkan kontrak berdurasi 1,5 musim hingga akhir 2026/27 dengan nilai total lebih dari 1 juta euro.

Angka itu jauh melampaui pendapatan Younes saat ini bersama Schalke 04, yang disebut berada di kisaran € 20 ribu–€ 30 ribu per bulan.

Secara matematis, tawaran tersebut berarti lonjakan pendapatan hampir lima kali lipat. Namun, sepak bola tidak selalu tunduk pada kalkulasi finansial semata.

Baca Juga: Persija Jakarta Siap Datangkan Jean Mota, Eks MLS dan Serie A Brasil Bikin Bursa Panas

Bukan Soal Uang, Tapi Arah Hidup

Di usia 32 tahun, Amin Younes berada pada fase krusial karier. Schalke memang hanya berlaga di 2.

Bundesliga, namun klub berjuluk Die Königsblauen itu tetap memiliki bobot historis dan emosional di sepak bola Jerman.

Bagi Younes, bertahan di Eropa bukan hanya tentang gaji bulanan, melainkan soal ritme kompetisi, kedekatan keluarga, serta peluang menjaga relevansi di pasar sepak bola Eropa.

Apalagi kontraknya bersama Schalke masih berlaku hingga akhir musim 2025/26, memberi ruang baginya untuk menentukan masa depan dengan kepala dingin.

Penolakan ini mengisyaratkan satu hal penting: Indonesia belum selalu menjadi destinasi utama bagi pemain Eropa yang masih merasa “kompetitif”, meski iming-iming finansialnya sangat besar.

Persija dan Ambisi Global

Dari sisi Persija, langkah mendekati Amin Younes justru menunjukkan eskalasi ambisi klub ibu kota.

Macan Kemayoran tidak lagi sekadar membidik pemain asing fungsional, tetapi figur dengan CV internasional, pengalaman Bundesliga, dan status eks Timnas Jerman.

Meski gagal pada percobaan pertama, negosiasi ini bisa dibaca sebagai uji pasar—sejauh mana Liga Indonesia mampu bersaing bukan hanya secara finansial, tetapi juga secara prestise.

Pertanyaan besar kini mengemuka:
apakah Persija akan kembali mengakselerasi pendekatan pada musim 2026/27, saat kontrak Younes berakhir?

Baca Juga: PSSI Jajaki Uji Coba Lawan Timnas Jerman, Portugal, dan Belanda

Menunggu Momentum yang Tepat

Jika menilik pola transfer pemain Eropa ke Asia Tenggara, keputusan pindah sering kali datang bukan saat usia 30 awal, melainkan ketika pemain merasa siklus kompetitifnya telah tuntas.

Amin Younes, setidaknya untuk saat ini, tampaknya belum sampai pada titik itu.

Bagi Persija, penolakan ini bukan kegagalan mutlak, melainkan catatan penting: mendatangkan nama besar Eropa membutuhkan lebih dari sekadar angka di atas kertas.

Dan bagi Liga Indonesia, kisah ini menjadi cermin—bahwa daya tarik kompetisi masih harus terus dibangun, agar suatu hari nanti, pemain seperti Amin Younes tidak lagi ragu mengucap “ya”. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Amin Younes #timnas jerman #persija jakarta #bursa transfer #Liga indonesia #BRI Super League