Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Juventus Pilih Hemat dan Tepat: Incar Gratisan, Spalletti Jadi Kompas Utama Mercato Musim Panas

Tulus Widodo • Jumat, 6 Februari 2026 | 10:12 WIB
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti

RADARTUBAN – Juventus tak sedang mengejar hiruk-pikuk bursa transfer.

Di tengah euforia belanja klub-klub elite Eropa, Si Nyonya Tua justru menempuh jalur berbeda: sedikit pemain, pilihan terukur, dan tanpa kompromi visi.

Itulah garis besar strategi mercato musim panas yang kini disiapkan manajemen Juventus.

Informasi yang disampaikan jurnalis Italia Romeo Agresti melalui TwoTalksTV menyebutkan, Juventus akan membangun skuad dengan akuisisi minimal.

Juve bakal memaksimalkan peluang pemain bebas transfer seperti Marcos Senesi, Xaver Schlager, Franck Kessié, Bernardo Silva, dan Zeki Çelik.

Namun, jangan salah membaca langkah ini sebagai sikap pasif. Juventus justru sedang mengunci fokus.

Baca Juga: Juventus Bidik Marcos Senesi Gratisan, Benteng Bournemouth Jadi Target Serius Musim Panas

Gratisan Bukan Murahan

Daftar nama yang dibidik Juventus menunjukkan satu hal: status bebas transfer bukan berarti tanpa kualitas.

Senesi menawarkan ketangguhan di jantung pertahanan, Schlager menghadirkan energi box-to-box, Kessié membawa kekuatan fisik dan pengalaman Serie A.

Sedangkan Bernardo Silva soal kreativitas level elite, sementara Çelik menjadi solusi praktis di sisi kanan.

Pendekatan ini memberi ruang finansial bagi Juventus untuk mengalokasikan anggaran utama pada dua sektor krusial: satu gelandang inti dan satu penyerang. Bukan kuantitas yang dikejar, melainkan daya ubah di lapangan.

Spalletti di Ruang Kendali

Yang paling menarik dari laporan Agresti adalah keterlibatan Luciano Spalletti secara langsung dalam pengambilan keputusan.

Juventus tidak lagi bergerak dengan pola lama—merekrut lalu menyesuaikan pelatih.

Kini arahnya dibalik: pelatih dilibatkan sejak awal, pemain disesuaikan dengan kebutuhan taktik.

Prinsipnya tegas dan tanpa basa-basi: lebih baik melepas peluang transfer besar daripada mendatangkan pemain yang tidak diminta.

Sebuah kalimat sederhana, namun sarat makna bagi klub yang dalam beberapa musim terakhir kerap menanggung beban rekrutmen tidak sinkron.

Mercato Sunyi, Tapi Sarat Pesan

Strategi ini juga mencerminkan fase transisi Juventus—dari klub yang dulu dominan secara finansial, menjadi entitas yang lebih rasional dan disiplin.

Pasar transfer bukan lagi panggung unjuk kekuatan, melainkan ruang penyusunan ulang identitas.

Juventus tampaknya sadar, kesalahan kecil di bursa bisa berdampak panjang di ruang ganti dan neraca keuangan.

Maka, sinkronisasi dengan Spalletti menjadi fondasi utama, bukan sekadar formalitas.

Menunggu Efek Domino

Apakah Juventus akan benar-benar mendaratkan salah satu nama besar gratisan itu? Waktu yang akan menjawab.

Namun satu hal sudah jelas: mercato musim panas ini bukan tentang gebrakan, melainkan ketepatan sasaran.

Dan di Turin, ketepatan selalu lebih berharga daripada sensasi. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#bebas transfer #Spalleti #bernardo silva #marcos senesi #Juventus #Franck Kessie #Zeki Celik #Xaver Schlager #bursa transfer