Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Legenda AC Milan Marco van Basten: Kejeniusaan yang Terlalu Sempurna untuk Bertahan Lama di Sepak Bola

Tulus Widodo • Jumat, 6 Februari 2026 | 11:45 WIB

 

Legenda AC Milan Marco van Basten
Legenda AC Milan Marco van Basten

RADARTUBAN – Tak semua legenda diberi waktu yang adil. Marco van Basten adalah contoh paling kejam.

Dalam rentang karier yang singkat, Basten memberikan AC Milan sesuatu yang bahkan tak bisa diwariskan: kesempurnaan.

Dengan 125 gol, mengacu data Transfermarkt-Van Basten hanya berada di urutan ketujuh top skor sepanjang masa Milan.

Namun angka itu menipu. Itu tak mencerminkan betapa dominan dan mematikannya sang penyerang Belanda ketika tubuhnya masih mau bekerja sama.

Striker yang Membuat Segalanya Terlihat Mudah

Van Basten bukan sekadar pencetak gol. Ia adalah arsitek penyelesaian akhir.

Golnya lahir dari sudut sempit, sentuhan pertama, volley mustahil, hingga sundulan bersih tanpa usaha berlebihan.

Di Milan, Basten bukan hanya striker, tapi standar keindahan. Setiap penyerang setelahnya, sadar atau tidak, selalu dibandingkan dengannya.

Cedera: Musuh yang Tak Pernah Bisa Dikalahkan

Jika ada satu kata yang menghentikan Van Basten, itu bukan bek lawan—melainkan cedera.

Pergelangan kaki yang rusak perlahan menggerogoti kariernya, hingga terpaksa pensiun di usia yang seharusnya masih menjadi puncak.

Ironisnya, justru karena itulah efisiensinya menjadi legenda. Van Basten mencetak gol hampir di setiap laga yang dimainkan. Sedikit pertandingan, dampak maksimal.

Warisan yang Tak Terbantahkan

Van Basten meninggalkan Milan tanpa pernah benar-benar pergi. Ia hadir dalam memori setiap gol indah, setiap penyelesaian klinis, setiap perdebatan tentang striker sempurna.

Van Basten bukan pencetak gol terbanyak. Tapi, pria kelahiran 1964 itu adalah yang paling mendekati definisi ideal. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Marco Van Basten #AC Milan #cedera #pensiun dini