RADARTUBAN - Sergio Agüero ke Chelsea hampir menjadi kenyataan pada 2017, sebuah fakta menarik yang kembali mencuat setelah penyerang legendaris asal Argentina itu membeberkan kisah di balik layar kariernya di Premier League.
Kabar tentang Sergio Agüero ke Chelsea langsung menyita perhatian publik karena melibatkan dua kekuatan besar Inggris pada era tersebut.
Pada akhir musim 2016–2017, performa Agüero bersama Manchester City masih berada di level tertinggi.
Ia mencetak 33 gol dari 45 pertandingan di semua kompetisi dan menjadi salah satu penyerang paling produktif di Eropa.
Meski tampil impresif, Manchester City harus puas finis di peringkat ketiga klasemen Liga Inggris.
Chelsea justru keluar sebagai juara dengan selisih 15 poin di bawah asuhan Antonio Conte.
Baca Juga: Chelsea vs Arsenal di Emirates Stadium, The Blues Buru Comeback Demi Tiket Final Carabao Cup
Rencana Conte Usai Kepergian Diego Costa
Antonio Conte mengambil keputusan besar setelah musim juara tersebut.
Diego Costa didepak dengan cara yang menuai kontroversi.
Conte mengirim pesan singkat kepada Costa untuk menyampaikan bahwa sang striker tidak lagi masuk dalam rencananya.
Dalam situasi itulah, nama Agüero muncul sebagai calon pengganti utama.
Isu transfer Agüero menjadi pembahasan serius di internal klub London Barat.
Pengakuan Langsung dari Sergio Agüero
Dalam wawancara dengan La Agusneta, Agüero mengungkap betapa dekatnya ia dengan Stamford Bridge.
“Saya hampir saja bergabung dengan Chelsea, lalu Manchester City membatalkan kesepakatan itu di menit-menit terakhir,” ujar Agüero.
“Itu karena Conte. Diego Costa akan pergi,” lanjutnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa transfer Agüero bukan sekadar rumor.
Chelsea 2017 benar-benar menyiapkan Agüero sebagai target utama.
Baca Juga: Chelsea Tarik Aaron Anselmino dari Dortmund, Fans Murka dan Strasbourg Jadi Tujuan Baru
Manchester City dan Keputusan Penentu
Manchester City akhirnya memilih mempertahankan sang striker.
Keputusan itu terbukti krusial bagi perjalanan klub.
Dalam empat musim berikutnya, Agüero menambah 82 gol dari total 260 golnya bersama Manchester City.
Catatan tersebut menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub.
Transfer Agüero yang gagal ke Chelsea justru memperkuat statusnya sebagai legenda City.
Ketertarikan Chelsea Sejak 2010
Fakta menarik lainnya adalah ketertarikan Chelsea tidak hanya terjadi pada Chelsea 2017.
Agüero mengungkap bahwa minat itu sudah muncul sejak 2010.
Hal tersebut terjadi setelah Chelsea bertemu Atlético Madrid di Liga Champions.
“Setelah pertandingan itu, mungkin dua bulan kemudian, agen saya mengatakan, ‘Chelsea tertarik,’” kata Agüero kepada The Club.
“Saya membicarakan hal itu dengan Frank Lampard karena Frank Lampard pernah bermain di Manchester City,” lanjutnya.
“Dia bilang, saat saya bermain melawannya, dia menyarankan staf Chelsea untuk merekrut Agüero,” tambah Agüero.
Baca Juga: Masa Depan Raheem Sterling Usai Resmi Berpisah dengan Chelsea: Klub London Jadi Opsi Utama
Tawaran Gagal dan Dampaknya bagi Chelsea
Menurut laporan The Athletic, Chelsea sempat mengajukan tawaran resmi senilai 30 juta pound sterling.
Tawaran itu ditolak karena dianggap terlalu rendah.
Roman Abramovich juga disebut tidak sepakat dengan permintaan agen Agüero.
Setahun kemudian, Manchester City menebus Agüero dengan nilai yang lebih tinggi.
Chelsea kemudian memecahkan rekor transfer Inggris dengan mendatangkan Fernando Torres.
Warisan yang Tak Terbantahkan
Fernando Torres dan Álvaro Morata tidak mampu menyamai kontribusi Agüero.
Sebaliknya, Manchester City menikmati hasil dari keputusan mempertahankan striker andalannya.
Sergio Agüero ke Chelsea kini tinggal cerita alternatif dalam sejarah Liga Inggris.
Transfer Agüero yang gagal tersebut menjadi pelajaran penting dalam dinamika bursa pemain.
Chelsea 2017 dan Manchester City akan selalu dikenang dalam kisah besar perjalanan karier Sergio Agüero. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni