Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Klausul Kontrak FIFA Berpotensi Cegah Pengerahan Agen ICE di Piala Dunia 2026 Amerika Serikat

Bihan Mokodompit • Sabtu, 7 Februari 2026 | 15:10 WIB
Ilustrasi trofi piala dunia.
Ilustrasi trofi piala dunia.

RADARTUBAN - Piala Dunia 2026 kembali menjadi sorotan setelah muncul kabar adanya klausul kontrak FIFA yang berpotensi mencegah pengerahan agen Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat atau agen ICE di sejumlah pertandingan.

Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan format baru yang melibatkan 48 negara peserta.

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli dengan laga final digelar di Stadion MetLife, New Jersey.

Namun, persiapan menuju ajang tersebut tidak lepas dari berbagai isu politik dan keamanan yang berkembang di negara tuan rumah.

Baca Juga: John Herdman Gandeng I.League Persiapkan Timnas Indonesia Hadapi FIFA Series dan Tingkatkan Performa

Kebijakan Politik AS Jadi Tantangan FIFA

Amerika Serikat tengah menjadi sorotan internasional akibat sejumlah kebijakan luar negeri dan domestik yang dikeluarkan oleh Presiden Donald Trump.

Pemerintahan Donald Trump menuai kritik terkait kebijakan militer di Venezuela serta sikap keras terhadap Iran dan Greenland.

Selain itu, Amerika Serikat juga meunangguhkan pemrosesan visa imigran dari 75 negara, termasuk beberapa negara yang lolos ke Piala Dunia 2026.

Situasi tersebut dinilai berpotensi memengaruhik kelancaran penyelenggaraan turnamen dan mobilitas pendukung tim peserta.

Isu Agen ICE Jadi Kekhawatiran Penggemar

Keberadaan agen ICE menjadi perhatian serius menjelang Piala Dunia 2026, terutama bagi penggemar sepak bola internasional.

Kematian dua warga sipil, Renee Good dan Alex Pretti, akibat tindakan agen federal di Minneapolis pada tahun ini memicu perdebatan publik.

Insiden tersebut menimbulkan kekhawatiran soal keselamatan penonton dan atlet selama turnamen berlangsung.

Sejumlah kelompokku pendukung dan pengamat HAM menilai pengerahan agen ICE di sekitar stadion dapat menciptakan rasa tidak aman.

Klausul FIFA Jadi Dasar Penolakan

FIFA disebut memiliki klausul khusus dalam kontrak penyelenggaraan yang mengatur aspek keamanan non-militer di area pertandingan.

Klausul tersebut diyakini menjadi dasar bagi pejabat Kanada untuk mendorong pelarangan kehadiran agen ICE di lokasi Piala Dunia 2026.

Vancouver dan Toronto disebut memiliki perjanjian identik dengan FIFA terkait pengamanan acara olahraga internasional.

Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga netralitas olahraga dan kenyamanan seluruh penonton tanpa diskriminasi.

Baca Juga: Tiga Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series Sudah Lengkap, Begini Kata Ketum PSSI Erick Thohir

Pernyataan Donald Trump Soal Keamanan

Donald Trump sebelumnya menyampaikan sikap tegas terkait peran aparat keamanan federal dalam ajang internasional.

“Kami akan melakukannya lagi jika perlu. Dan, omong-omong, kami akan menggelar Olimpiade yang sangat aman dan Piala Dunia yang sangat aman,” ujar Trump.

Ia juga menyebut pemerintahannya tengah mempertimbangkan pengerahan agen ICE di lima kota Amerika Serikat.

“Kami sedang mencermati lima kota dengan sangat serius. Namun kami ingin diundang. Terkadang kami akan menghubungi para gubernur,” kata Trump.

“Kami akan segera mengumumkannya,” lanjutnya.

Tantangan Besar bagi FIFA

FIFA kini berada di posisi yang menuntut kehati-hatian dalam menjaga keseimbangan antara keamanan dan prinsip inklusivitas.

Selain isu agen ICE, FIFA juga mendapa/t kritik terkait mahalnya harga tiket Piala Dunia 2026.

Harga tiket termurah untuk laga final dilaporkan menembus angka lebih dari £3.000 atau sekitar Rp68,8 juta.

Situasi ini membuat Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi salah satu edisi paling kontroversial dalam sejarah.

Meski demikian, FIFA menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan turnamen secara aman, adil, dan terbuka bagi semua pihak. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#bea cukai #presiden donald trump #Piala Dunia 2026 #agen ICE #FIFA #Klausul FIFA #donald trump