RADARTUBAN - Skandal Degradasi Liga Maladewa menjadi sorotan setelah Club Valencia resmi melaporkan dugaan pengaturan hasil pertandingan yang menyeret rival mereka, Green Streets, ke FIFA dan AFC.
Kasus ini mencuat setelah Club Valencia tetap terdegradasi dari Dhiraagu Dhivehi Premier League musim 2025–2026 meski menutup laga terakhir dengan kemenangan.
Club Valencia menang 2-0 atas Club Eagles pada pertandingan pamungkas, namun hasil tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan mereka dari zona degradasi.
Kemenangan itu membuat Club Valencia menyamai perolehan poin Green Streets, yang menjadi pesaing langsung dalam perebutan posisi aman.
Namun, selisih gol membuat Club Valencia tetap berada di bawah Green Streets dalam klasemen akhir liga.
Situasi Klasemen yang Menentukan Nasib
Dalam skenario yang ada, Club Valencia membutuhkan Green Streets kalah dengan selisih minimal empat gol pada laga terakhir.
Green Streets dijadwalkan menghadapi New Radiant, tim yang saat itu berada di peringkat ketiga klasemen.
Harapan Club Valencia masih terbuka karena New Radiant dikenal sebagai salah satu tim kuat di Liga Maladewa.
Namun, situasi berubah drastis jelang pertandingan tersebut digelar.
Dugaan Walkover yang Picu Kontroversi
Green Streets diduga tidak hadir pada pertandingan yang telah dijadwalkan melawan New Radiant.
Akibat ketidakhadiran tersebut, Green Streets dinyatakan kalah walkover dengan skor standar 0-3.
Hasil walkover itu justru cukup untuk membuat Green Streets tetap unggul selisih gol atas Club Valencia.
Situasi inilah yang kemudian memicu Skandal Degradasi Liga Maladewa dan menuai kecaman.
Langkah Resmi Club Valencia
Club Valencia secara resmi meminta Football Association of Maldives untuk melakukan investigasi menyeluruh.
Selain itu, Club Valencia juga mengajukan laporan ke FIFA dan AFC terkait dugaan pelanggaran integritas kompetisi.
Langkah tersebut diambil demi menjaga keadilan dan kredibilitas sepak bola di kawasan Asia.
Dalam pernyataan resmi di Facebook, Club Valencia menilai tindakan Green Streets sebagai bentuk penentuan hasil pertandingan secara sepihak.
“Menentukan hasil pertandingan untuk diri sendiri sama dengan mengatur hasil pertandingan,” tulis pernyataan Club Valencia yang dikutip dari The Edition.
Pernyataan tersebut menjadi dasar utama laporan Club Valencia kepada FIFA dan AFC.
Fakta Tambahan yang Menguatkan Dugaan
Menurut laporan media lokal, Green Streets sebelumnya sempat mengumumkan daftar pemain inti untuk laga tersebut.
Pengumuman susunan pemain itu dilakukan melalui daftar skuad pra-pertandingan resmi.
Namun, pada hari pertandingan, Green Streets justru tidak muncul di lapangan.
Fakta ini menambah kecurigaan publik terhadap dugaan manipulasi hasil.
Sorotan Media dan Reaksi Publik
Akun sepak bola internasional The Sweeper turut mengangkat kasus Skandal Degradasi Liga Maladewa ini di media sosial X.
Akun tersebut menyebut situasi ini sebagai skandal besar yang mencederai sportivitas kompetisi.
“Skandal di Maladewa, di mana Club Valencia memenangkan laga terakhir musim ini dengan skor 2-0, tetapi tetap membutuhkan Green Streets kalah dengan selisih empat gol untuk bertahan,” tulis The Sweeper.
“Untuk mencegah hal itu, Green Streets diduga mengundurkan diri dari laga terakhir mereka dan bertahan dengan kemenangan walkover 3-0,” lanjut akun tersebut.
Menunggu Keputusan FIFA dan AFC
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Green Streets terkait tudingan tersebut.
Football Association of Maldives juga belum mengumumkan hasil investigasi awal.
Keputusan FIFA dan AFC nantinya akan menjadi penentu arah penyelesaian kasus ini.
Skandal Degradasi Liga Maladewa pun menjadi pengingat pentingnya transparansi dan integritas dalam dunia sepak bola. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama