Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Prioritaskan Milan, Christian Pulisic Terjebak Stallo Kontrak Saat Godaan Premier League Menguat

Tulus Widodo • Selasa, 10 Februari 2026 | 08:13 WIB
Pemain AC Milan, Christian Pulisic, diragukan tampil di laga berikutnya.
Pemain AC Milan, Christian Pulisic, diragukan tampil di laga berikutnya.

RADARTUBAN – Situasi kontrak Christian Pulisic bersama AC Milan memasuki fase yang tak lagi nyaman.

Setelah kesepakatan verbal disebut telah tercapai beberapa bulan lalu, hingga kini tak pernah ada proposal resmi yang benar-benar mendarat di meja sang pemain.

Informasi ini diungkapkan jurnalis Italia, Marco Conterio, melalui akun X miliknya.

Dalam laporannya, Conterio menegaskan bahwa Pulisic masih memberi prioritas penuh kepada Milan, klub yang ia pilih sebagai tempat membangun ulang karier Eropanya. Namun waktu yang terus berjalan tanpa kepastian mulai membuka celah.

Baca Juga: Christian Pulisic Bersama AC Milan Buktikan Diri dengan Gol di Coppa Italia

Prioritas Tetap Milan, Tapi Kesabaran Ada Batasnya

Christian Pulisic bukan pemain yang tergesa-gesa. Sejak hijrah dari Chelsea, winger timnas Amerika Serikat itu menemukan kembali rasa percaya diri di San Siro.

Perannya krusial, kontribusinya nyata, dan statusnya perlahan berubah dari “rekrutan mahal” menjadi salah satu poros serangan Milan.

Namun dalam sepak bola modern, loyalitas juga butuh kejelasan. Hingga hari ini, tak ada dokumen resmi yang menegaskan masa depannya bersama Rossoneri.

Kondisi inilah yang membuat situasi disebut “stallo”—mandek tanpa progres konkret.

Pulisic, menurut sumber yang sama, tidak menutup pintu. Tapi ia juga tidak bisa menutup mata dari dinamika pasar.

Arsenal dan Liverpool Mulai Mengintip Celah

Ketika Milan menunda, klub-klub Inggris justru bergerak. Arsenal dan Liverpool dilaporkan mulai melakukan penjajakan, sekadar membaca peluang jika negosiasi Milan–Pulisic benar-benar menemui jalan buntu.

Bagi dua raksasa Premier League itu, Pulisic bukan nama asing. Ia sudah teruji di Inggris, memahami ritme liga, dan kini tampil lebih matang secara taktik maupun mental.

Dengan usia emas dan pengalaman lintas kompetisi Eropa, Pulisic adalah aset siap pakai.

Situasi ini jelas menempatkan Milan dalam posisi genting: menegaskan komitmen atau kehilangan momentum.

Milan Diuji: Soal Visi, Bukan Sekadar Angka

Masalah kontrak Pulisic bukan sekadar soal gaji atau durasi. Ini soal pesan yang ingin disampaikan manajemen Milan kepada pemain kunci mereka.

Dalam beberapa musim terakhir, Rossoneri kerap berbicara tentang stabilitas proyek dan kesinambungan skuad.

Kini, konsistensi wacana itu diuji di lapangan negosiasi. Menahan pemain yang sudah memberi prioritas seharusnya lebih mudah daripada membujuk yang ragu.

Jika Milan terus menunda, mereka bukan hanya berisiko kehilangan Pulisic, tetapi juga kepercayaan pemain lain yang mengamati bagaimana klub memperlakukan pilar timnya.

Waktu Terus Berjalan, Tekanan Kian Nyata

Bursa transfer memang belum resmi dibuka, tetapi permainan psikologis sudah dimulai.

Pulisic masih berdiri di pihak Milan, namun sepak bola jarang memberi ruang terlalu lama bagi kebimbangan.

Satu hal pasti: jika Rossoneri ingin mempertahankan Christian Pulisic, mereka harus segera berbicara dengan tindakan, bukan sekadar niat.

Karena di level elite, keheningan sering kali terdengar lebih keras daripada penolakan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#christian pulisic #AC Milan #Liverpool #premier league #bursa transfer #arsenal