RADARTUBAN - Naples tak pernah ramah bagi tamu. Apalagi di panggung Coppa Italia. Namun Rabu (11/2) pagi WIB, stadion yang biasanya menjadi benteng Napoli justru menjadi saksi lahirnya kejutan besar.
Como menyingkirkan SSC Napoli dan memastikan tiket semifinal Coppa Italia, setelah drama adu penalti yang menguras emosi, berakhir 7-6 untuk tim tamu.
Skor imbang 1-1 bertahan hingga 90 menit dan langsung berlanjut adu penalti. Dan di momen paling sunyi sekaligus paling bising di Naples, Como berdiri sebagai pemenang.
Duel Dua Dunia: Fabregas vs Conte
Laga perempat final ini bukan sekadar soal skor. Ini duel ide, ego, dan filosofi.
Di satu sisi, Antonio Conte, pelatih bermental baja yang dijuluki The Godfather sepak bola Italia.
Di sisi lain, Cesc Fabregas, pelatih muda yang masih menulis bab awal kariernya di pinggir lapangan.
Conte membawa Napoli dengan struktur ketat, agresif, dan penuh disiplin.
Fabregas datang dengan Como yang lebih cair, berani menahan bola, dan tak takut mengambil risiko—bahkan di kandang lawan.
Hasilnya? Fabregas menang catur.
Gol Cepat, Tekanan Panjang
Como lebih dulu menusuk. Penalti Martin Baturina pada menit ke-39 membuat stadion terdiam.
Napoli tersentak, bangkit, dan akhirnya menyamakan kedudukan lewat Antonio Vergara pada menit ke-46 memaksimalkan umpan Rasmus Hojlund.
Setelah itu, laga berubah menjadi pertarungan urat saraf. Napoli menguasai wilayah, Como menunggu dengan disiplin.
Statistik mencatat penguasaan bola relatif berimbang—48 persen untuk Napoli, 52 persen untuk Como—tanda bahwa tamu tak sekadar bertahan. Namun hingga waktu normal berakhir, kedudukan tetap imbang 1-1.
Adu Penalti: Ketika Mental Menentukan Nasib
Di titik ini, reputasi dan nama besar tak lagi berarti. Satu tendangan bisa menghapus segalanya.
Napoli terpukul oleh kegagalan Romelu Lukaku dan Stanislav Lobotka. Dua nama besar, dua momen krusial yang meleset. Sebaliknya, Como tampil dingin.
Algojo-algojo mereka—termasuk Álex Valle, Martin Baturina, hingga Andrea Douvikas—menjalankan tugas tanpa ragu.
Skor penalti berakhir 7-6 untuk Como. Sunyi menyelimuti Naples. Euforia meledak di kubu tamu.
Fabregas Menang, Conte Tersisih
Kemenangan ini lebih dari sekadar tiket semifinal. Ini pernyataan keras dari Fabregas: Como bukan sekadar penggembira.
Klub yang dimiliki pengusaha Indonesia itu datang ke Coppa Italia untuk bertarung, bahkan di kandang lawan yang paling angker sekalipun.
Bagi Napoli, ini luka. Tersingkir di rumah sendiri, di bawah tekanan ekspektasi, dan kalah dari tim yang secara status berada di bawah mereka.
Coppa Italia kembali membuktikan satu hal: nama besar tak pernah menjamin apa pun, jika mental goyah di momen penentuan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni