Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Timnas Indonesia Terancam Absen Asian Games 2026, Format Baru AFC Jadi Pukulan Telak

Tulus Widodo • Rabu, 11 Februari 2026 | 12:10 WIB

 

Ilustrasi Timnas Indonesia yang akan berlaga di FIFA Series 2026 di Indonesia.
Ilustrasi Timnas Indonesia yang akan berlaga di FIFA Series 2026 di Indonesia.

RADARTUBAN – Kabar pahit kembali menghampiri sepak bola nasional. Timnas Indonesia hampir dipastikan tidak ambil bagian di Asian Games 2026 Jepang, menyusul keputusan besar AFC dan OCA (Olympic Council of Asia) yang mengubah format peserta cabang olahraga sepak bola putra.

Keputusan itu bukan sekadar teknis. Dampaknya langsung memukul Indonesia—tim yang dalam dua edisi Asian Games terakhir selalu mencuri perhatian publik Tanah Air.

Format Baru, Kuota Dipangkas Drastis

Dilansir dari theaseanfootball, AFC dan OCA sepakat menjadikan Piala Asia U-23 2026 di Arab Saudi sebagai satu-satunya jalur kualifikasi Asian Games 2026 untuk sepak bola putra.

Imbasnya, jumlah peserta dipangkas menjadi hanya 16 negara demi alasan efisiensi dan efektivitas turnamen.

Artinya sederhana tapi kejam: gagal lolos Piala Asia U-23 = gagal tampil di Asian Games. Dan Indonesia berada di sisi yang salah dari persamaan itu.

Baca Juga: Orang Tua Harus Memahami Proses Tumbuh Anak, Begini Pesan Evan Dimas Mantan Kapten Timnas Indonesia

Daftar 16 Negara Peserta Asian Games 2026 Sepak Bola Putra

Negara-negara yang akan tampil di Jepang nanti adalah:

1. Jepang

2. China

3. Vietnam

4. Korea Selatan

5. Uzbekistan

6. Yordania

7. Suriah

8. Australia

9. Arab Saudi

10. Uni Emirat Arab

11. Lebanon

12. Irak

13. Thailand

14. Iran

15. Qatar

16. Kirgizstan

Indonesia tidak ada dalam daftar itu karena gugur sebelum mencapai putaran final Piala Asia U-23 2026.

ASEAN Dikerucutkan, Indonesia Tersisih

Kebijakan ini juga mempersempit ruang negara Asia Tenggara. Dari kawasan ASEAN, hanya dua negara yang mendapat tiket yakni Vietnam dan Thailand.

Sebuah ironi bagi Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir kerap disebut sebagai “kekuatan baru ASEAN”, namun kembali tersandung di tahap krusial.

Dampak Sistemik: Bukan Sekadar Satu Turnamen

Absennya Timnas Indonesia di Asian Games bukan sekadar kehilangan ajang multievent. Asian Games selama ini menjadi etalase penting regenerasi pemain, sekaligus panggung uji mental di level Asia.

Format baru ini memperlihatkan wajah sepak bola modern Asia: lebih selektif, lebih kompetitif, dan tanpa ruang kompromi bagi negara yang inkonsisten di level usia muda.

Sepak Bola Putri: Masih Ada Wakil ASEAN

Sementara itu, untuk sepak bola putri, Asian Games 2026 akan mengambil peserta dari negara yang lolos ke Piala Asia Putri 2026 di Australia (Maret 2026).

Dari ASEAN, dua negara memastikan tempat yakni Vietnam dan Filipina. Indonesia kembali harus berjuang keras jika tak ingin sekadar menjadi penonton di panggung Asia.

Pekerjaan Rumah Besar Pembinaan Usia Muda

Keputusan AFC dan OCA ini sekaligus menjadi cermin telanjang bagi sepak bola Indonesia.

Bukan soal kurang talenta, melainkan kurang konsistensi, kurang kontinuitas, dan sering terlambat berbenah.

Ketika turnamen elite Asia kini saling terhubung lewat jalur kualifikasi yang ketat, kegagalan di satu level langsung menutup banyak pintu lain.

Asian Games 2026 mungkin sudah tertutup. Namun pertanyaannya lebih besar: apakah Indonesia siap dengan sistem baru Asia, atau kembali tertinggal oleh perubahan? (*)

 

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Asian Games 2026 Jepang #Piala Asia #oca #olympic council of asia #afc #timnas indonesia