Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

FIFA Terancam Kehilangan Gillette Stadium untuk Piala Dunia 2026, Izin Belum Terbit

Bihan Mokodompit • Kamis, 12 Februari 2026 | 20:05 WIB
Ilustrasi trofi piala dunia
Ilustrasi trofi piala dunia

RADARTUBAN - FIFA Terancam Kehilangan Gillette Stadium menjadi sorotan menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Isu ini mencuat setelah muncul laporan bahwa izin penyelenggaraan pertandingan di Gillette Stadium, Foxborough, Massachusetts, belum diterbitkan oleh pemerintah setempat.

Padahal, stadion tersebut dijadwalkan menjadi salah satu lokasi penting dalam rangkaian Piala Dunia 2026.

Sengketa Izin dan Dana Pengamanan

Masalah utama terletak pada izin hiburan yang harus dikeluarkan oleh pemerintah kota Foxborough.

FIFA disebut belum menerima izin tersebut karena adanya persoalan pendanaan keamanan selama turnamen berlangsung.

Pemerintah kota meminta dana sebesar 7,7 juta dolar AS untuk kebutuhan pengamanan dan sejumlah pengeluaran operasional lainnya.

Permintaan itu berkaitan dengan kewajiban tuan rumah dalam menjamin aspek keselamatan dan keamanan selama ajang Piala Dunia 2026.

Dalam skema yang telah disepakati, setiap kota penyelenggara memang bertanggung jawab atas biaya perlindungan dan pengamanan.

Sebagian kota tuan rumah memperoleh dukungan dana dari komitmen pemerintah federal Amerika Serikat.

Namun, dana tersebut harus diajukan terlebih dahulu dan nantinya diganti kembali oleh pihak penerima.

Artinya, tetap diperlukan kepastian siapa yang akan menanggung kebutuhan dana 7,7 juta dolar AS tersebut di Foxborough.

Sikap Pemerintah Kota dan Pengelola Stadion

Menurut laporan Boston Business Journal, awalnya terdapat asumsi bahwa Kraft Group akan menanggung biaya tersebut.

Kraft Group merupakan pemilik Gillette Stadium sekaligus pengelola pertandingan New England Patriots di ajang NFL.

Namun, karena stadion digunakan oleh FIFA selama Piala Dunia 2026, pihak Kraft Group disebut tidak bersedia menanggung biaya tambahan tersebut.

Pemerintah kota pun menilai bahwa beban tersebut tidak semestinya dialihkan kepada pembayar pajak setempat.

Ketua Foxborough Select Board, Bill Yukna, menyampaikan sikap resmi dalam rapat dewan.

“Kota akan tetap berpegang pada permintaan dana sebesar 7,7 juta dolar AS untuk kebutuhan tenaga kerja serta sejumlah pengeluaran modal dan operasional. Dan jika permintaan itu tidak dipenuhi, maka seperti yang telah dibahas dewan sebelumnya, izin tidak akan diberikan. Kami akan sangat jelas mengenai hal itu.”

Pernyataan itu menegaskan bahwa izin hanya akan diterbitkan jika kebutuhan dana dipenuhi sesuai permintaan.

Batas waktu yang disebut dalam laporan adalah 17 Maret mendatang.

Dampak bagi Inggris dan Skotlandia

Jika polemik ini tidak menemukan solusi, maka jadwal pertandingan di Gillette Stadium berpotensi terdampak.

Timnas Inggris dijadwalkan memainkan salah satu laga fase grup di stadion tersebut.

Sementara itu, Skotlandia juga direncanakan tampil dalam dua pertandingan awalnya di lokasi yang sama.

Secara keseluruhan, Gillette Stadium akan menjadi tuan rumah tujuh pertandingan Piala Dunia 2026.

Rinciannya meliputi lima laga fase grup, satu babak 32 besar, serta satu pertandingan perempat final pada 9 Juli 2026.

Piala Dunia 2026 sendiri akan melibatkan 16 stadion di tiga negara.

Laga final dijadwalkan berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi tambahan dari FIFA terkait solusi konkret atas persoalan di Gillette Stadium.

Namun, dinamika ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan Piala Dunia 2026 tidak hanya menyangkut aspek teknis pertandingan, tetapi juga koordinasi administratif dan tanggung jawab finansial antara pemangku kepentingan.

Situasi di Foxborough menjadi ujian awal bagi kesiapan tuan rumah dalam memastikan kelancaran turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#as #FIFA #piala duia #tuan rumah piala dunia #Gillette Stadium