RADARTUBAN – Arah masa depan Dušan Vlahović kian terang. Penyerang andalan Serbia itu disebut sudah membulatkan niat untuk angkat kaki dari Turin begitu kontraknya bersama Juventus berakhir musim panas ini. Tujuannya jelas: Premier League.
Kabar tersebut diungkap media Inggris TEAMtalk, yang menyebut bahwa Vlahović tengah mempersiapkan langkah besar dalam kariernya.
Liga Inggris dianggap sebagai panggung baru yang lebih menantang—dan menjanjikan—bagi striker berusia 25 tahun itu.
Baca Juga: Vlahović di Persimpangan Nasib: Juventus Terancam Kehilangan Gratis, Milan Mengintai, Eropa Bergerak
Chelsea Terdepan, Tottenham Mengintai
Minat terhadap Vlahović bukan sekadar rumor. Dua klub London, Chelsea dan Tottenham Hotspur, sudah masuk dalam radar perburuan. Namun, laporan menyebut Chelsea saat ini berada di posisi terdepan.
The Blues memandang Vlahović sebagai peningkatan signifikan di lini depan. Ia dinilai lebih siap dan komplet dibanding Liam Delap, nama yang selama ini juga dikaitkan dengan proyek regenerasi serangan Chelsea.
Status free agent membuat perburuan ini makin panas. Tanpa biaya transfer, klub peminat hanya perlu beradu cepat dan meyakinkan sang pemain soal proyek jangka panjang.
Baca Juga: Digoda Klub Top Inggris, Juventus Tegaskan Kalulu Tak Dijual dan Siapkan Kontrak Baru Hingga 2030
Gaji Jadi Batu Sandungan di Turin
Di sisi lain, hubungan Vlahović dan Juventus memang sudah lama berada di titik dingin. Negosiasi perpanjangan kontrak disebut mandek selama berbulan-bulan.
Masalah utamanya satu: gaji. Juventus mengajukan perubahan struktur upah dari nilai saat ini, sekitar 12 juta euro per musim.
Namun, proposal tersebut ditolak mentah-mentah oleh kubu Vlahović. Tidak ada titik temu, tidak ada kompromi—dan sejak itu, pembicaraan praktis berjalan di tempat.
Situasi ini memperkuat sinyal bahwa kepergian sang striker hanya tinggal menunggu waktu.
Analisis Kritis: Ambisi Pemain, Dilema Juventus
Bagi Vlahović, pindah ke Premier League adalah langkah logis. Usia emas, status bebas transfer, dan kebutuhan klub-klub Inggris akan striker nomor sembilan menjadikannya komoditas panas di bursa.
Namun bagi Juventus, ini adalah tamparan sunyi. Melepas penyerang utama tanpa kompensasi transfer jelas bukan skenario ideal—terlebih di tengah upaya klub menata ulang keuangan dan identitas permainan.
Keputusan menahan struktur gaji bisa dipahami dari sudut pandang manajemen. Tapi di saat yang sama, Juventus harus menelan risiko kehilangan aset bernilai tinggi secara gratis.
Musim Panas yang Akan Menentukan
Bursa transfer musim panas nanti bukan sekadar soal kepindahan pemain. Ini adalah titik temu antara ambisi individu dan kebijakan klub.
Dušan Vlahović sudah memilih jalannya. Kini bola ada di tangan Chelsea, Tottenham, atau siapa pun yang berani memberi keyakinan—dan proyek—yang paling masuk akal.
Yang pasti, Turin bersiap kehilangan suara dentuman golnya. Dan Inggris, mungkin, akan segera menyambutnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni