Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kalah Tipis dari Tiongkok, Nova Arianto Puji Lonjakan Mental Timnas U-17

Bihan Mokodompit • Minggu, 15 Februari 2026 | 12:30 WIB
Timnas Indonesia U-17 saat melawan Tiongkok U-17.
Timnas Indonesia U-17 saat melawan Tiongkok U-17.

RADARTUBAN - Mental sepak bola usia muda Indonesia kembali menjadi sorotan setelah Nova Arianto menilai ada perubahan signifikan dari sisi psikologis timnya usai laga uji coba kontra Tiongkok.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Sport Centre Kelapa Dua, Tangerang, Rabu 11 Februari 2026 malam, berakhir dengan skor 2-3 untuk keunggulan tim tamu.

Hasil tersebut memang belum ideal bagi Timnas Indonesia U-17.

Namun selisih skor itu menunjukkan perbedaan kontras dibanding kekalahan 0-7 pada pertemuan pertama.

Perubahan Mental Jadi Sorotan Utama

Nova tidak hanya berbicara soal taktik dan strategi.

Dia justru menekankan aspek mental sebagai fondasi utama dalam pembinaan usia dini.

“Sekali lagi, hari ini kita melihat wajah pertandingan yang berbeda. Pada laga sebelumnya kita kalah 7-0, dan hari ini saya bersyukur, walaupun hasilnya masih belum sesuai dengan harapan kita,” ujar Nova Arianto dalam sesi jumpa pers usai pertandingan.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa mental sepak bola usia muda Indonesia sedang berada dalam proses pembentukan.

Kekalahan besar sebelumnya menjadi ujian yang tidak ringan bagi pemain yang sebagian besar baru merasakan atmosfer internasional.

Nova menilai respons para pemain kali ini jauh lebih positif.

“Saya melihat para pemain berubah secara mental. Menurut saya itu hal yang sangat penting. Jika mereka tidak memiliki mental yang kuat, tentu kita akan sulit menghadapi tim sekelas Tiongkok,” katanya.

Perubahan tersebut dinilai sebagai sinyal bahwa pembinaan tidak bisa hanya bertumpu pada teknik.

Disiplin dan Set Defending Mulai Membaik

Selain faktor psikologis, pelatih juga menyoroti peningkatan disiplin bermain.

Aspek pembinaan usia muda Indonesia terlihat dari bagaimana pemain menjalankan instruksi dengan lebih tertib.

“Saya senang karena hari ini semua pemain bekerja sangat luar biasa, bermain disiplin sesuai instruksi.
Dibandingkan pertandingan pertama, kepercayaan diri dan disiplin, terutama dalam set defending, terlihat jauh lebih baik,” lanjut Nova.

Set defending yang lebih rapi menjadi indikator bahwa evaluasi berjalan.

Namun konsistensi tetap menjadi pekerjaan rumah bagi Timnas Indonesia U-17.

Gol balasan dari Zhao Songyuan, He Sifan, dan Zhang Bolin di masa injury time menunjukkan konsentrasi belum sepenuhnya stabil.

Hal ini mempertegas bahwa mental sepak bola usia muda Indonesia masih perlu penguatan berkelanjutan.

Jam Terbang Internasional Masih Terbatas

Nova juga menggarisbawahi pentingnya pengalaman bertanding di level global.

“Dua kali uji coba ini menjadi bagian dari proses observasi tim. Dengan dua pertandingan ini, kita bisa melihat level tim ada di mana dan apa yang harus diperbaiki,” ucapnya.

Uji coba internasional menjadi ruang belajar nyata bagi Timnas Indonesia U-17.

Jam terbang yang cukup akan membantu proses pembinaan usia muda Indonesia menjadi lebih terukur.

“Harapannya, dengan semakin banyak jam terbang di uji coba internasional, para pemain akan lebih siap, termasuk dalam hal mental,” tuturnya.

Kebutuhan akan pengalaman ini berkaitan langsung dengan kesiapan menghadapi Piala AFF U-17 dan Piala Asia U-17.

Agenda tersebut akan menjadi ujian lanjutan bagi mental sepak bola usia muda Indonesia.

Fondasi Jangka Panjang Sepak Bola Nasional

Perkembangan ini tidak boleh dilihat hanya dari skor akhir.

Fokus utama ada pada pembentukan karakter dan daya tahan tekanan.

Jika pembinaan usia muda Indonesia konsisten memperhatikan aspek mental, maka jenjang berikutnya akan lebih siap bersaing.

Nova pun menutup dengan pesan tegas kepada para pemain.

“Untuk menuju ke sana, saya meminta para pemain memiliki hati yang besar, agar tidak takut menghadapi siapa pun. Semoga para pemain selalu konsisten dan disiplin, sehingga bisa menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya.

Pesan itu menjadi pengingat bahwa masa depan Timnas Indonesia U-17 tidak hanya ditentukan oleh teknik, tetapi juga kekuatan mental yang terus diasah sejak dini. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#nova arianto #tiongkok #timnas indonesia