RADARTUBAN- Raheem Sterling di Feyenoord menjadi sorotan setelah sang pemain belum bisa mengikuti sesi latihan resmi akibat persoalan izin kerja di Belanda.
Kondisi ini muncul tak lama setelah mantan winger timnas Inggris itu menandatangani kontrak jangka pendek bersama klub Eredivisie tersebut pada 12 Februari lalu.
Padahal, kedatangan Raheem Sterling di Feyenoord sempat disambut optimisme tinggi dari pelatih dan manajemen klub.
Sterling sebelumnya sepakat mengakhiri kontraknya bersama Chelsea pada 30 Januari.
Pemain berusia 31 tahun itu dilaporkan menerima bayaran besar selama berseragam The Blues.
Namun, ia tidak lagi tampil sejak Mei 2024.
Baca Juga: Debut Raheem Sterling di Feyenoord Terancam Tertunda karena Masalah Izin Kerja
Perjalanan Karier Sebelum ke Belanda
Musim 2024/2025 dijalani Sterling sebagai pemain pinjaman di Arsenal.
Di bawah asuhan Mikel Arteta, ia tampil sebanyak 28 kali di berbagai ajang.
Akan tetapi, ia kesulitan mendapatkan tempat utama secara konsisten.
Setelah kembali ke Chelsea, situasinya tidak banyak berubah.
Sterling bahkan harus berlatih terpisah dalam kelompok yang dikenal sebagai “bomb squad”.
Ia tidak pernah masuk daftar susunan pemain sepanjang musim 2025/2026.
Situasi itu membuat masa depannya menjadi tanda tanya.
Hingga akhirnya Raheem Sterling di Feyenoord resmi terwujud lewat kesepakatan jangka pendek sampai akhir musim.
Terkendala Regulasi Izin Kerja
Meski sudah diperkenalkan ke publik, Raheem Sterling di Feyenoord belum bisa langsung merumput.
Masalah administrasi menjadi penghambat utama.
Berdasarkan ketentuan yang berlaku, warga negara Inggris memerlukan izin kerja untuk bekerja di negara Uni Eropa.
Hal itu membuat Sterling belum dapat mengikuti sesi latihan resmi di Belanda.
Pelatih Feyenoord, Robin van Persie, mengakui situasi tersebut.
Ia memastikan klub mencari jalan keluar agar pemain barunya tetap bisa beradaptasi.
Baca Juga: Jesse Lingard Kembali ke Eropa Usai Tinggalkan FC Seoul, Feyenoord Muncul sebagai Tujuan Potensial
Solusi Latihan di Belgia
Van Persie mengungkapkan bahwa timnya akan menggelar sesi latihan di Belgia.
Langkah itu diambil karena regulasi yang berlaku berbeda dengan di Belanda.
“Itu diperbolehkan jika dilakukan di luar negeri,” ujar Van Persie.
“Kami melakukannya untuk dia, tetapi saya juga ingin terus mengembangkan tim. Kami bisa melakukan diskusi yang baik dan menjalani sesi yang menyenangkan bersama.
“Ia akan mulai berlatih dua hari lagi. Setiap pekan kami akan melihat kapan ia siap bermain. Itu memang akan memakan waktu, dan menurut saya hal tersebut wajar karena ia sudah enam bulan tidak bermain.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Raheem Sterling di Feyenoord tetap menjadi bagian dari rencana jangka pendek tim.
Harapan dan Target Feyenoord
Van Persie sebelumnya menyatakan keyakinannya terhadap kualitas Sterling.
Ia menyebut sang pemain bisa menjadi tambahan berharga bagi skuad.
Saat ini Feyenoord masih tertinggal 14 poin dari pemuncak klasemen PSV Eindhoven.
Kehadiran Sterling diharapkan mampu menambah variasi serangan.
Raheem Sterling di Feyenoord juga diyakini bisa membantu tim dalam perburuan posisi terbaik di klasemen akhir musim.
Sterling sendiri mengaku memilih Feyenoord karena ingin kembali menemukan kebahagiaan bermain.
Ia menyebut klub tersebut sebagai tempat yang tepat untuk membangun kembali performanya.
Kini publik menanti kapan proses administrasi selesai.
Jika semua berjalan lancar, Raheem Sterling di Feyenoord berpeluang menjalani debutnya dalam beberapa pekan mendatang. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni