Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dari Shevchenko ke Pulisic: Jejak Top Skor AC Milan Dua Dekade Terakhir, Siapa Paling Ganas?

Tulus Widodo • Rabu, 18 Februari 2026 | 15:15 WIB
Daftar top skor AC Milan sejak 2000/01, dari era Shevchenko dan Zlatan hingga Giroud dan Pulisic
Daftar top skor AC Milan sejak 2000/01, dari era Shevchenko dan Zlatan hingga Giroud dan Pulisic

RADARTUBAN - Gol selalu menjadi bahasa paling jujur dalam sepak bola.

Di AC Milan, bahasa itu diterjemahkan oleh banyak wajah—dari legenda lintas generasi hingga simbol era transisi.

Data yang dirilis akun X GlobalStatsX, bersumber dari Transfermarkt, merangkum siapa saja penanggung jawab utama gol Rossoneri sejak musim 2000/2001 hingga Februari 2026.

Hasilnya bukan sekadar daftar nama. Ini adalah cermin perjalanan klub: masa keemasan, fase bertahan hidup, hingga upaya menemukan identitas baru.

Era Shevchenko: Mesin Gol Tanpa Ampun

Awal milenium adalah panggung Andriy Shevchenko. Penyerang Ukraina itu berulang kali menjadi top skor Milan, dengan puncak 34 gol pada musim 2000/01.

Konsistensi Shevchenko bukan hanya soal angka, tapi dominasi. Sheva menjadi poros serangan dan simbol Rossoneri yang ditakuti di Eropa.

Musim demi musim, namanya terus muncul—2001/02, 2003/04, 2004/05, hingga 2005/06—menandai periode stabil ketika Milan tahu betul ke mana bola harus diarahkan di kotak penalti.

Transisi dan Kreativitas: Dari Inzaghi ke Kaká

Tongkat estafet kemudian berpindah. Filippo Inzaghi memimpin daftar gol musim 2002/03 dengan 30 gol, sebelum Milan memasuki fase berbeda bersama Kaká.

Gelandang Brasil itu menjadi top skor dua musim beruntun (2006/07 dan 2007/08), menegaskan bahwa Milan pernah hidup dari kreativitas lini kedua, bukan hanya predator murni.

Ini periode ketika gol lahir dari kecerdasan ruang, bukan semata insting.

Zlatan dan Musim Ledakan

Nama Zlatan Ibrahimović tak bisa dilewatkan. Musim 2011/12 menjadi salah satu yang paling eksplosif dalam sejarah modern Milan: 35 gol.

Angka itu bukan hanya tertinggi pasca-Shevchenko, tapi juga simbol Milan yang kembali menggigit lewat sosok dominan dan karismatik.

Masa Pencarian: Banyak Nama, Tak Ada Dominasi Panjang

Setelah itu, daftar top skor berganti cepat—El Shaarawy, Balotelli, Ménez, Bacca, Cutrone, Piątek, hingga Rebić. Angkanya cenderung turun, stabil di kisaran belasan gol.

Ini fase Milan yang mencari bentuk: kompetitif, tapi belum menemukan figur sentral jangka panjang.

Gol tetap ada, namun aura intimidasi perlahan memudar.

Baca Juga: Bintang Veteran AC Milan Luka Modric Ukir Sejarah Serie A, Gol di Usia 40 Tahun Guncang Italia

Era Terkini: Giroud dan Pulisic Mengisi Kekosongan

Dua musim terakhir sebelum 2025/26 dipegang Olivier Giroud (18 dan 17 gol). Kini, tongkat itu berada di tangan Christian Pulisic.

Hingga Februari 2026, winger Amerika Serikat tersebut sudah mengoleksi 10 gol, dan masih memimpin daftar pencetak gol Milan musim berjalan.

Angkanya mungkin belum meledak, tapi konteksnya jelas: Milan modern lebih kolektif, tidak lagi bergantung pada satu sosok tunggal yang mencetak 30 gol semusim.

Daftar ini menegaskan satu hal: AC Milan selalu menemukan cara mencetak gol, tapi tidak selalu dengan wajah yang sama.

Dari mesin pembunuh di kotak penalti hingga penyerang sayap yang dinamis, sejarah Rossoneri adalah cerita tentang adaptasi.

Dan seperti biasa, di San Siro, gol bukan sekadar angka—ia adalah penentu arah sejarah. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#top skor ac milan #christian pulisic #zlatan ibrahimovic #AC Milan #Andriy Shevchenko