RADARTUBAN - Israel FA memberikan tanggapan resmi terkait polemik yang muncul menjelang partisipasi mereka di UEFA Nations League musim 2026/2027.
Isu ini mengemuka setelah hasil undian mempertemukan Israel dengan Republik Irlandia dalam ajang UEFA Nations League.
Tim yang juga tergabung bersama Austria dan Kosovo itu kembali menjadi sorotan karena situasi politik dan keamanan di kawasan mereka.
Sejak konflik Israel–Gaza pecah pada Oktober 2023, Israel tidak dapat memainkan laga kandang di wilayahnya sendiri.
Sebagai gantinya, mereka menggelar pertandingan internasional di Hungaria demi memenuhi jadwal resmi kompetisi.
Desakan Penangguhan dan Sikap FAI
Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Irlandia atau Football Association of Ireland (FAI) melakukan pemungutan suara terkait sikap terhadap Israel.
Hasilnya, sebanyak 74 anggota mendukung permintaan agar Israel ditangguhkan dari kompetisi Eropa, sementara tujuh lainnya menolak usulan tersebut.
Mosi itu menyebut dugaan pelanggaran terhadap dua ketentuan dalam Statuta UEFA.
Poin yang dipermasalahkan adalah pengelolaan klub di wilayah Tepi Barat tanpa persetujuan Asosiasi Sepak Bola Palestina serta dugaan kegagalan penerapan kebijakan anti-rasisme.
Namun setelah undian resmi UEFA Nations League mempertemukan kedua negara, FAI memastikan tim nasional Irlandia tetap akan bertanding.
Keputusan itu diambil guna menghindari sanksi disipliner dari UEFA.
Dalam pernyataan resminya, FAI menjelaskan bahwa regulasi UEFA mengatur konsekuensi bagi asosiasi yang menolak bertanding.
“Meskipun telah dilakukan konsultasi dengan pejabat UEFA, Asosiasi memahami bahwa regulasi UEFA menyatakan jika sebuah asosiasi menolak memainkan pertandingan, maka laga tersebut akan dianggap kalah (walkover) dan sanksi disipliner tambahan dapat diberlakukan — termasuk potensi diskualifikasi dari kompetisi.”
Kritik Politik dan Reaksi Publik
Keputusan FAI tersebut menuai respons dari sejumlah tokoh publik di Irlandia.
Salah satunya datang dari Joanna Byrne yang merupakan salah satu pimpinan Drogheda United sekaligus anggota parlemen dari Partai Sinn Féin.
Ia menyatakan kekecewaannya secara terbuka atas keputusan tersebut.
Byrne menyebut dirinya merasa “sangat marah” dan “kecewa” terhadap langkah yang diambil federasi.
Meski demikian, FAI tetap menegaskan bahwa partisipasi di UEFA Nations League harus dijalankan sesuai regulasi yang berlaku.
Baca Juga: Tekanan Internasional Semakin Memanas, Timnas Israel Terancam Dikeluarkan dari UEFA
Jadwal Pertandingan dan Harapan Israel
Israel dijadwalkan menjamu Irlandia pada 27 September mendatang.
Laga balasan akan digelar di Dublin pada 4 Oktober.
Pertandingan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian UEFA Nations League musim 2026/27.
Sejauh ini, laga kandang Israel masih berlangsung di Hungaria karena faktor keamanan.
Namun, pihak Israel FA menyampaikan harapan agar situasi segera membaik sehingga pertandingan bisa kembali digelar di negara mereka sendiri.
“Kami tidak memiliki kekhawatiran untuk datang ke Dublin,” ujar juru bicara Israel FA.
“Kami tentu berharap berakhirnya perang akan memungkinkan pertandingan kembali digelar di Israel secepat mungkin. Kami berharap dapat menyambut Irlandia di tengah lautan warna biru dan putih di stadion yang penuh.”
Pernyataan tersebut menegaskan kesiapan Israel menjalani seluruh jadwal UEFA Nations League sesuai ketentuan.
Situasi ini menunjukkan bagaimana sepak bola internasional kerap bersinggungan dengan dinamika politik global.
Namun pada akhirnya, regulasi kompetisi tetap menjadi acuan utama bagi setiap federasi yang terlibat dalam UEFA Nations League. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni