RADARTUBAN – Kekhawatiran besar menyelimuti Inter Milan usai laga Liga Champions kontra Bodo.
Kapten sekaligus ujung tombak andalan, Lautaro Martinez, dipastikan mengalami masalah serius pada otot gemelo kaki kanan dan terancam menepi selama beberapa pekan.
Kabar ini diungkap akun X Andy Calcio dan langsung memicu kegelisahan di kalangan tifosi Nerazzurri.
Lautaro tak sekadar cedera; kondisinya disebut “grave”—kata yang jarang dipilih untuk sekadar masalah ringan.
Baca Juga: Cedera Lautaro Martínez Bikin Inter Milan Goyah, Pio Esposito Siap Ambil Peran?
Pernyataan Chivu: Jujur, Singkat, dan Mengkhawatirkan
Pelatih Inter, Christian Chivu, tak menutup-nutupi situasi tersebut. Usai pertandingan, Chivu menyampaikan pernyataan lugas yang menggambarkan betapa krusialnya kehilangan ini.
"Kami kehilangan Lautaro : dia cedera. Ini cukup serius," kata Chivu
Tak ada eufemisme. Tak ada penghalusan. Pernyataan itu menegaskan satu hal: Inter sedang menghadapi masalah besar di momen krusial kompetisi Eropa.
Dampak Teknis: Bukan Sekadar Absen Satu Pemain
Absennya Lautaro bukan sekadar soal hilangnya pencetak gol. Bintang asal Argentina itu adalah poros permainan, pemantik agresivitas, sekaligus penekan pertama saat Inter kehilangan bola.
Pergerakannya membuka ruang, kehadirannya mengubah psikologi lawan.
Tanpa sang kapten, Inter berpotensi kehilangan keseimbangan:
- Fase menyerang bisa tumpul karena minim opsi pressing dan link-up play.
- Rotasi lini depan dipaksa berubah, berisiko mengorbankan stabilitas yang selama ini terjaga.
- Momentum Liga Champions terancam goyah, terutama di fase penentuan.
Menunggu Hasil Medis, Menahan Napas
Hingga kini, Inter masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan durasi pemulihan Lautaro.
Namun indikasi awal—ditambah pernyataan Chivu—mengarahkan pada skenario terburuk: absen berminggu-minggu.
Di level tertinggi seperti Liga Champions, kehilangan satu figur sentral bisa mengubah peta persaingan. Dan bagi Inter, cedera Lautaro datang di waktu yang paling tidak ideal.
Ujian Karakter Nerazzurri
Musim ini Inter kerap dipuji karena kedalaman skuad dan kematangan taktik. Cedera Lautaro akan menjadi ujian nyata: apakah Nerazzurri mampu bertahan dengan kolektivitas, atau justru terpukul oleh absennya sang simbol?
Satu hal pasti, dari Norwegia, Inter pulang bukan hanya dengan kekalahan 3-1—tetapi juga dengan kecemasan besar yang kini membayangi perjalanan mereka di Eropa. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni