Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Manchester City Terancam Degradasi Akibat 115 Dakwaan Pelanggaran Premier League

Bihan Mokodompit • Jumat, 20 Februari 2026 | 08:50 WIB
Ilustrasi pemain Manchester City
Ilustrasi pemain Manchester City

RADARTUBAN - Kasus Manchester City kembali menjadi sorotan setelah potensi sanksi olahraga yang bisa diterima klub tersebut apabila terbukti bersalah atas 115 dakwaan pelanggaran aturan Premier League mulai terungkap ke publik.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran serius terkait masa depan Manchester City di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Inggris.

Sidang Tertutup dan Proses Hukum yang Masih Berjalan

Proses hukum terhadap Manchester City telah berlangsung sejak Februari 2023 setelah pihak Premier League melayangkan berbagai dakwaan terkait pelanggaran regulasi keuangan.

Sidang tertutup selama 10 minggu telah digelar antara September hingga Desember 2024 oleh komisi independen yang terdiri dari tiga anggota.

Komisi tersebut bertugas meninjau bukti dari kedua belah pihak sebelum menentukan apakah Manchester City bersalah atau tidak.

Manajer City, Pep Guardiola sebelumnya memperkirakan putusan akan diumumkan dalam waktu singkat.

Namun hingga kini belum ada keputusan resmi yang diumumkan oleh pihak Premier League.

Baca Juga: AC Milan Ngebet Datangkan Nathan Aké, Manchester City Tegas Menutup Pintu Transfer

Potensi Sanksi Olahraga Jika Terbukti Bersalah

Mantan direktur Liverpool FC, Christian Purslow, mengungkapkan bahwa sanksi olahraga kemungkinan besar akan dijatuhkan apabila Manchester City terbukti melanggar aturan.

Hal tersebut disampaikan dalam program The Football Boardroom bersama jurnalis Henry Winter.

“Saya tidak berpikir masalah ini akan diselesaikan seperti kasus APT (Associated Party Transaction), yaitu melalui kesepakatan di luar pengadilan antara Premier League dan Manchester City. Saya ingin sangat jelas soal itu. Saya pikir akan menjadi kesalahan besar jika Premier League tergoda… kedua belah pihak berpikir, ‘Baiklah, mari kita capai kesepakatan untuk sanksi yang wajar, penyelesaian yang masuk akal, lalu lanjutkan’. Saya pikir itu akan menjadi kesalahan besar. Mustahil membuat semua pihak puas. Keputusan yang bijak, jika saya ketua Premier League, adalah menyerahkannya kepada para pengacara. Serahkan pada proses hukum yang sudah disepakati semua pihak. Intinya sederhana. Ketika ini diserahkan kepada para hakim, betapapun frustrasinya karena memakan waktu lama, maka akan mengacu pada preseden. Preseden itu adalah sanksi olahraga. Sanksi olahraga yang mungkin dijatuhkan adalah pengurangan poin dalam jumlah besar, yang pada akhirnya bisa berujung pada degradasi.”

Preseden Hukum yang Bisa Digunakan

Premier League memiliki sedikit preseden terkait pelanggaran finansial dalam kompetisi sepak bola profesional Inggris.

Salah satu kasus yang dapat dijadikan referensi adalah kasus Swindon Town pada tahun 1990.

Saat itu Swindon Town berhasil meraih promosi setelah mengalahkan Sunderland AFC di final play-off.

Namun klub tersebut kemudian harus menerima degradasi administratif akibat pelanggaran keuangan.

Kasus tersebut berkaitan dengan 35 tuduhan pembayaran ilegal kepada pemain.

Peristiwa itu dinilai bisa menjadi acuan bagi Premier League dalam menentukan sanksi olahraga terhadap Manchester City.

Baca Juga: Kritik Pedas Untuk Wasit Pertandingan Manchester City vs Newcastle Dari Pep Guardiola

Rincian Dakwaan yang Dihadapi Manchester City

Manchester City diduga melakukan pelanggaran aturan keuangan sejak musim 2009/2010 hingga 2017/2018.

Pelanggaran tersebut meliputi kegagalan memberikan informasi keuangan yang akurat kepada Premier League.

Selain itu terdapat dugaan pelanggaran terkait laporan kompensasi pemain dan manajer.

Manchester City juga dituduh tidak bekerja sama dalam investigasi sejak Desember 2018.

Klub tersebut turut diduga melanggar regulasi profitabilitas dan keberlanjutan.

Sebagian dakwaan juga berkaitan dengan kepatuhan terhadap regulasi UEFA.

Hingga saat ini Manchester City tetap membantah seluruh tuduhan yang dilayangkan oleh Premier League.

Keputusan akhir terkait sanksi yang mungkin diterima Manchester City masih menunggu hasil investigasi resmi dari panel independen. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Liverpool #premier league #pep guardiola #Manchester City #pelanggaran #sanksi olahraga