RADARTUBAN - Kembalinya Gaston Brugman ke Delfino Pescara 1936 menjadi harapan baru dalam upaya selamatkan Pescara dari degradasi pada musim ini.
Pemain asal Uruguay itu pulang setelah menjalani empat musim di kompetisi Major League Soccer.
Ia datang dengan pengalaman juara bersama LA Galaxy serta keberhasilan meraih US Open Cup bersama Nashville SC.
Kini fokusnya hanya satu yaitu selamatkan Pescara dari degradasi di sisa musim kompetisi.
Baca Juga: Lionel Messi Kembali Latihan Jelang Laga Inter Miami vs LAFC di MLS 2026
Target Realistis Hindari Zona Degradasi
Situasi tim saat ini masih berada di posisi terbawah klasemen.
Pescara harus mengejar selisih tujuh poin dari tim pesaing di atasnya.
Misi selamatkan Pescara dari degradasi jelas bukan tugas mudah bagi Brugman dan rekan setimnya.
Namun pemain berusia 33 tahun itu tetap percaya peluang masih terbuka.
“Kami kembali meraih kemenangan yang sudah hilang selama dua bulan. Mencetak gol lagi dengan seragam ini adalah emosi yang luar biasa. Saya memilih kembali karena tim ini perlu percaya pada target bertahan di liga. Akhirnya, reaksi itu datang”.
Ia juga menegaskan semangat tim tetap terjaga meski berada di posisi sulit.
“Kami masih hidup, dan lawan harus tahu itu. Jangan sampai meremehkan kami”.
Brugman menilai motivasi tim menjadi modal penting untuk selamatkan Pescara dari degradasi.
“Tim ini termotivasi. Situasinya memang tidak bagus, tapi kami tidak berniat menyerah. Kami selalu berusaha bermain menyerang, bahkan saat tandang. Laga melawan Avellino adalah contoh sempurna. Dengan pemain baru dan mereka yang bertahan sejak Januari, kami memiliki tim yang solid”.
Reuni dengan Lorenzo Insigne
Kembalinya Brugman juga mempertemukannya dengan mantan kapten SSC Napoli, yakni Lorenzo Insigne.
Reuni ini menjadi tambahan kekuatan bagi tim untuk keluar dari zona degradasi.
“Saya sangat senang bisa bertemu lagi dengan Lorenzo. Kami pernah saling berhadapan di Serie A dan juga di MLS. Ia sangat ingin membuktikan bahwa dirinya masih bisa membuat perbedaan. Dalam latihan, ia sudah mencetak beberapa gol dengan tembakan melengkung, tapi yang paling mengesankan adalah kemudahannya memberikan umpan terakhir”.
Peran Insigne diharapkan dapat membantu selamatkan Pescara dari degradasi musim ini.
Baca Juga: Persija Jakarta Siap Datangkan Jean Mota, Eks MLS dan Serie A Brasil Bikin Bursa Panas
Pengalaman Hadapi Bintang Dunia
Selama berkarier di MLS, Brugman juga pernah menghadapi sejumlah pemain kelas dunia.
Ia sempat berduel dengan Lionel Messi, Luis Suárez, Sergio Busquets, hingga Jordi Alba.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk meningkatkan kualitas permainan tim.
“Saya beruntung bisa menghadapi Luis Suarez, Sergio Busquets, Jordi Alba, bahkan yang terhebat dari semuanya: Leo Messi. Pada pertemuan kedua kami, saya meminta jerseynya sebelum pertandingan dan ia memberikannya. Lalu di lapangan saya mencoba menghentikannya, ia menoleh dan berkata: ‘Tadi kamu minta jersey, sekarang coba menghentikan saya seperti ini?’—dia bercanda. Saya bahkan hampir tidak menyentuhnya”.
Pengalaman internasional ini diharapkan mampu membantu selamatkan Pescara dari degradasi.
Optimisme di Sisa Musim
Brugman mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Italia.
Ia bahkan merasa negara tersebut sebagai rumah kedua.
“Tentu saja. Para fans Pescara mengirim banyak pesan di media sosial. Saat presiden menghubungi saya, saya langsung menerima. Saya datang ke negara ini saat berusia 15 tahun. Saudara perempuan saya tinggal di sini dan akan segera menjadi ibu. Saya juga merasa setengah orang Italia”.
Dengan sisa pertandingan yang ada, Brugman optimistis peluang selamatkan Pescara dari degradasi masih terbuka.
Ia menegaskan akan memberikan seluruh kemampuannya demi membantu tim keluar dari zona berbahaya dan bertahan di kompetisi musim ini. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni