RADARTUBAN — Peta persaingan Serie A memasuki fase paling menentukan. Setelah 26 laga, jurang di papan atas kian menganga.
Inter Milan melaju sendirian, sementara Juventus justru terseret arus ketat perebutan tiket Liga Champions.
Data klasemen yang dirilis akun X calciomercato.it memperlihatkan kontras tajam: Inter memimpin dengan 64 poin, unggul jauh dari para pesaing.
Di sisi lain, Juventus terperosok ke posisi kelima dengan 46 poin—empat angka dari zona empat besar—dengan ancaman dari dua tim di belakang yang hanya terpaut satu poin.
Inter dalam Mode Juara: Scudetto Tinggal Menunggu Waktu
Tak ada yang benar-benar mampu menahan laju Inter. Dengan selisih dua digit atas peringkat kedua, konsistensi Nerazzurri menjadi penentu.
Di bawah mereka, AC Milan mengoleksi 54 poin, namun jarak yang tercipta membuat perburuan gelar terasa satu arah.
Inter bukan sekadar menang; mereka menang dengan ritme juara. Setiap pekan berlalu seperti langkah administratif menuju Scudetto—tenang, efisien, dan mematikan.
Baca Juga: Proyek Regenerasi Inter Milan Mengarah ke Jerman, Nama Kacper Potulski Masuk Radar Nerazzurri
Roma Terbang, Napoli Tertahan
Di bawah Milan, AS Roma dan Napoli sama-sama mengemas 50 poin. Roma tampil mencolok dengan tren positif yang mengangkat mereka ke posisi ketiga.
Sementara Napoli terlihat tertahan—hasil yang tak selalu sejalan dengan ekspektasi juara bertahan.
Persaingan di lapisan ini ketat, namun stabilitas Roma memberi sinyal bahaya bagi siapa pun yang lengah.
Juventus di Titik Rawan: Ancaman Nyata dari Bawah
Sorotan tajam mengarah ke Juventus. Dengan 46 poin, Bianconeri tak hanya tertinggal dari Roma dan Napoli, tetapi juga harus menoleh ke belakang.
Como dan Atalanta mengintai dengan 45 poin—jarak satu angka yang bisa lenyap dalam satu malam buruk.
Kondisi ini membuat setiap laga Juventus bernilai final. Sedikit saja terpeleset, zona Champions bisa benar-benar menjauh.
Roma–Juve: Pertaruhan Arah Musim
Semua ketegangan itu bermuara pada satu tanggal: tujuh hari ke depan, Roma menjamu Juventus.
Bagi Roma, kemenangan berarti mengokohkan posisi empat besar—bahkan membuka peluang menekan Milan.
Bagi Juventus, ini pertaruhan arah musim: menang untuk bertahan hidup, kalah untuk tenggelam lebih dalam.
Serie A memasuki pekan-pekan penentu dengan satu kepastian: Inter hampir menggenggam Scudetto.
Sisanya? Perang terbuka—penuh tekanan, penuh risiko, dan tak memberi ruang untuk salah langkah. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni