RADARTUBAN - Cedera Ruben Loftus-Cheek menjadi sorotan utama dalam laga Serie A antara AC Milan kontra Parma setelah sang gelandang harus ditarik keluar pada awal pertandingan akibat benturan keras di area kepala dan rahang.
Insiden tersebut terjadi saat pertandingan baru berjalan sekitar sepuluh menit.
Gelandang asal Inggris itu terlibat duel udara dengan penjaga gawang lawan dan langsung terjatuh dalam kondisi limbung.
Tim medis segera masuk ke lapangan untuk memberikan penanganan pertama. Tak lama kemudian, pemain tersebut ditandu keluar lapangan untuk mendapat pemeriksaan lanjutan.
Kronologi Benturan Keras di Laga Milan vs Parma
Pertandingan antara AC Milan dan Parma awalnya berjalan dalam tempo sedang.
Namun situasi berubah ketika terjadi benturan udara yang melibatkan Loftus-Cheek dan kiper lawan.
Sang pemain terlihat memegangi bagian rahang dan kepala sesaat setelah terjatuh.
Keputusan pergantian pemain dilakukan cepat oleh staf pelatih demi menghindari risiko yang lebih besar.
Loftus-Cheek langsung dibawa ke rumah sakit untuk menjalani serangkaian tes medis.
Hasil pemeriksaan kemudian mengungkap adanya fraktur pada bagian gigi atas dan tulang alveolar rahang.
Pernyataan Resmi Klub Soal Cedera Ruben Loftus-Cheek
Pihak klub menyampaikan keterangan resmi usai hasil pemeriksaan medis keluar.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang telah dilakukan, Rubén Loftus-Cheek tidak mengalami gegar otak maupun kehilangan kesadaran. Namun, benturan tersebut menyebabkan patahnya gigi bagian atas dan tulang alveolar rahang atas. Ia akan menjalani tindakan operasi," tulis pihak klub.
Pernyataan itu memastikan bahwa tidak ada cedera gegar otak dalam insiden tersebut.
Meski begitu, cedera yang dialami tetap tergolong serius karena menyangkut struktur tulang rahang.
Operasi dijadwalkan dilakukan pada Senin pagi waktu setempat.
Dampak Cedera Ruben Loftus-Cheek untuk AC Milan
Cedera Ruben Loftus-Cheek jelas menjadi pukulan bagi AC Milan yang tengah berupaya menjaga konsistensi performa di papan atas klasemen.
Pemain berusia 28 tahun itu sebelumnya mencatatkan penampilan reguler sebagai starter musim ini.
Absennya sang gelandang bisa memengaruhi keseimbangan lini tengah Rossoneri.
Situasi ini juga menambah daftar tantangan bagi tim pelatih yang harus meracik strategi alternatif.
Dalam konteks persaingan Serie A yang ketat, kehilangan satu pemain inti bukan perkara ringan.
Publik kini menanti perkembangan terbaru mengenai proses pemulihan cedera Ruben Loftus-Cheek.
Risiko Kelanjutan Musim dan Proses Pemulihan
Cedera yang melibatkan fraktur tulang rahang membutuhkan waktu pemulihan yang tidak singkat.
Proses operasi menjadi langkah awal sebelum memasuki fase rehabilitasi.
Tim medis akan terus memantau kondisi sang pemain pasca tindakan bedah.
Belum ada estimasi resmi mengenai berapa lama ia akan absen dari lapangan hijau.
Namun kemungkinan ia melewatkan sejumlah pertandingan ke depan cukup besar.
Manajemen AC Milan dipastikan akan memberikan pembaruan informasi secara berkala terkait cedera Ruben Loftus-Cheek.
Situasi ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan dalam setiap duel pertandingan.
Benturan keras memang tak terhindarkan dalam sepak bola profesional. Namun respons cepat tim medis dan transparansi informasi dari klub menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik.
Untuk saat ini, fokus utama tertuju pada keberhasilan operasi dan pemulihan penuh sang gelandang agar bisa kembali memperkuat tim dalam kondisi terbaiknya. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama