RADARTUBAN – Masa depan kepelatihan Cesc Fabregas mulai mengerucut. Di tengah derasnya spekulasi, satu sikap tegas disampaikan: jika tetap berkarier di Italia, Fabregas hanya mau bersama Como.
Informasi ini disampaikan langsung oleh jurnalis transfer Italia, Nicolò Schira, yang dikenal memiliki akses kuat di lingkaran agen dan klub Eropa.
“Fabregas di Italia tidak ingin melatih tim selain Como. Situasinya berbeda untuk dua klub luar negeri: Arsenal dan Barcelona. Jika panggilan datang, Fabregas akan cenderung menerima. Kita lihat perkembangannya dalam beberapa bulan ke depan,” ujar Schira.
Pernyataan ini sekaligus mematikan spekulasi liar soal kemungkinan Fabregas menyeberang ke klub-klub Serie A lain dalam waktu dekat.
Baca Juga: Imbang di Lapangan, Meledak di Lorong: Adu Mulut Allegri–Fabregas Warnai Hasil Imbang Milan vs Como
Loyalitas pada Como, Bukan Sekadar Formalitas
Sikap Fabregas bukan tanpa alasan. Como adalah proyek yang ia bangun dari nol—bukan sekadar tempat singgah.
Di klub yang saham mayoritasnya dimiliki Grup Djarum itu, Fabregas bukan hanya pelatih, tapi simbol arah baru: sepak bola progresif, rapi, dan penuh ide.
Di tengah kerasnya kompetisi Italia, Fabregas memilih konsistensi ketimbang loncatan karier instan.
Pelatih asal Spanyol itu sadar, reputasi pelatih muda tak dibangun dari banyak klub, tapi dari satu proyek yang benar-benar hidup.
Como memberinya ruang bereksperimen. Dan itu sesuatu yang tak mudah didapat di Italia.
Arsenal dan Barcelona, Panggilan Emosional yang Berbeda
Namun cerita berubah total jika yang menelepon adalah Arsenal atau Barcelona.
Dua nama ini bukan sekadar klub besar. Arsenal adalah tempat Fabregas tumbuh, membentuk identitasnya sebagai gelandang elite Eropa.
Sementara Barcelona adalah rumah filosofinya—DNA tiki-taka yang mengalir sejak akademi.
Jika panggilan datang, keputusan Fabregas bukan soal strategi karier, tapi soal emosi dan sejarah.
Dan itu yang membuat situasinya “berbeda”, seperti ditegaskan Schira.
Menunggu Waktu, Menakar Arah
Dalam beberapa bulan ke depan, dinamika kursi pelatih di Eropa diprediksi kembali panas.
Arsenal dan Barcelona sama-sama berada dalam fase evaluasi jangka menengah. Nama Fabregas, cepat atau lambat, akan masuk meja diskusi.
Untuk saat ini, sikapnya jelas: Italia hanya Como. Di luar itu, hanya dua klub yang bisa menggoyahkan prinsipnya.
Sisanya? Tidak ada ruang kompromi. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni