RADARTUBAN – Peta kekuatan sepak bola Asia Tenggara tak lagi hanya bicara soal prestasi di lapangan. Nilai pasar kini jadi indikator baru tentang seberapa serius sebuah klub dibangun.
Data terbaru dari Transfermarkt per Februari 2026, yang diolah seasia.stats, menempatkan Persib Bandung sebagai klub Indonesia dengan nilai skuad tertinggi di Asia Tenggara.
Maung Bandung bertengger di peringkat keempat daftar Most Valuable Clubs in Southeast Asia dengan total valuasi mencapai € 8,31 juta.
Posisi ini menempatkan Persib di atas sejumlah klub mapan kawasan dan sekaligus menegaskan statusnya sebagai kekuatan ekonomi baru di regional ASEAN.
Johor Darul Ta’zim Masih Tak Tersentuh
Daftar teratas masih menjadi wilayah kekuasaan Johor Darul Ta'zim. Klub raksasa Malaysia itu memimpin dengan nilai fantastis € 15,95 juta—hampir dua kali lipat Persib.
Konsistensi investasi, dominasi domestik, dan stabilitas manajemen membuat JDT seolah bermain di level berbeda.
Di bawahnya, dua klub Thailand dan Vietnam menyusul ketat: Buriram United (€ 12,83 juta) dan Thép Xanh Nam Định FC (€ 10,23 juta).
Fakta ini menegaskan bahwa kekuatan finansial kini tak lagi dimonopoli liga tradisional ASEAN.
Persib, Lebih dari Sekadar Klub Populer
Masuknya Persib ke empat besar bukan sekadar angka. Ini refleksi dari strategi jangka panjang: komposisi pemain bernilai pasar tinggi, stabilitas kompetisi domestik, dan daya tarik komersial yang terus terjaga.
Di Indonesia, Persib kini berdiri sejajar—bahkan di atas—rival klasiknya Persija, yang berada di peringkat kedelapan dengan nilai € 7,23 juta.
Perbedaan ini menandai pergeseran keseimbangan finansial Liga 1. Persib bukan hanya klub dengan basis suporter besar, tetapi juga aset industri sepak bola yang diperhitungkan secara ekonomi.
Dominasi Thailand dan Vietnam Mulai Terbaca
Thailand mengirim empat wakil dalam 10 besar: True Bangkok United, BG Pathum United, Buriram United, dan Lion City Sailors (Singapura). Vietnam juga agresif dengan kehadiran Công An Hà Nội FC dan Nam Định.
Polanya jelas: klub-klub ini berani belanja pemain, disiplin dalam struktur gaji, dan fokus membangun nilai pasar—bukan sekadar mengejar gelar jangka pendek.
Baca Juga: Persib Bandung Tersingkir dari AFC Champions League Two, Suporter Kejar Wasit Pertandingan
Tantangan Nyata Klub Indonesia
Indonesia memang punya dua wakil di daftar ini: Persib dan Persija. Namun jarak dengan papan atas masih lebar. Selisih hampir € 7,6 juta antara Persib dan Johor Darul Ta’zim menjadi alarm keras bahwa profesionalisme dan keberlanjutan finansial tak bisa ditawar.
Masuk empat besar adalah prestasi. Tapi untuk naik kelas, Persib—dan klub Indonesia lain—harus berani konsisten: pembinaan pemain muda, transparansi manajemen, serta keberanian menembus pasar Asia.
Daftar 10 Klub Termahal Asia Tenggara (Februari 2026)
1. Johor Darul Ta'zim – € 15,95 juta
2. Buriram United – € 12,83 juta
3. Thép Xanh Nam Định FC – € 10,23 juta
4. Persib Bandung – € 8,31 juta
5. True Bangkok United – € 7,90 juta
6. Lion City Sailors – € 7,57 juta
7. Selangor FC – € 7,43 juta
8. Persija – € 7,23 juta
9. BG Pathum United – € 7,10 juta
10. Công An Hà Nội FC – € 6,73 juta
Nilai pasar bukan segalanya, tapi ia jujur membaca arah sepak bola modern. Persib sudah membuka jalan. Tinggal, siapa di Indonesia yang berani menyusul—atau kembali puas jadi penonton. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni