RADARTUBAN - Delapan Laga Real Madrid Tanpa Kekalahan Berakhir setelah tim asuhan Álvaro Arbeloa tumbang 1-2 dari CA Osasuna dalam lanjutan La Liga, hasil yang sekaligus membuka peluang bagi FC Barcelona untuk mengambil alih puncak klasemen.
Kekalahan ini memutus tren positif yang sebelumnya membuat Real Madrid tampil dominan dalam delapan pertandingan terakhir di kompetisi domestik.
Hasil tersebut menjadi pukulan bagi Los Blancos karena terjadi di tengah persaingan ketat papan atas La Liga musim ini.
Momentum Hilang di Saat Krusial
Sejak peluit awal dibunyikan, Real Madrid terlihat kesulitan mengimbangi intensitas permainan Osasuna.
Tim tuan rumah tampil disiplin dan agresif dalam duel-duel lapangan tengah.
Keunggulan Osasuna lahir dari titik penalti setelah Thibaut Courtois dinilai melakukan pelanggaran terhadap Ante Budimir.
Tinjauan VAR menunjukkan adanya kontak yang membuat wasit tetap pada keputusannya.
Situasi itu mengubah arah pertandingan dan membuat Real Madrid harus bermain dalam tekanan.
Vinicius Junior sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-73 setelah memanfaatkan umpan Federico Valverde.
Gol tersebut sempat menjaga harapan sebelum Osasuna memastikan kemenangan melalui gol Raúl García di menit akhir.
Kesalahan lini tengah dalam menjaga penguasaan bola menjadi awal petaka bagi tim tamu.
Peluang Barcelona di Papan Atas
Kekalahan ini membuat persaingan La Liga kembali terbuka.
Barcelona kini memiliki kesempatan besar untuk merebut posisi teratas jika mampu meraih kemenangan di laga berikutnya.
Situasi tersebut jelas menguntungkan Barcelona dalam perburuan gelar musim ini.
Selisih poin yang sebelumnya cukup aman kini kembali terpangkas.
Delapan Laga Real Madrid Tanpa Kekalahan Berakhir di momen yang bisa menjadi titik balik perburuan trofi.
Tekanan psikologis dipastikan meningkat bagi skuad Arbeloa.
Baca Juga: European Super League Resmi Berakhir, UEFA dan Real Madrid Capai Kesepakatan Damai
Dominasi Tanpa Efektivitas
Secara statistik, Real Madrid unggul dalam penguasaan bola dengan angka 61 persen.
Namun dominasi tersebut tidak berbanding lurus dengan efektivitas serangan.
Los Blancos hanya menciptakan tiga peluang besar sepanjang laga.
Sebaliknya, Osasuna tampil lebih efisien dengan memaksimalkan dua tembakan tepat sasaran menjadi gol.
Expected goals Osasuna bahkan lebih tinggi dibanding Real Madrid.
Fakta ini menunjukkan bahwa penguasaan bola tanpa ketajaman bukan jaminan kemenangan di La Liga.
Evaluasi untuk Arbeloa
Hasil ini menjadi ujian bagi Arbeloa dalam menjaga konsistensi timnya.
Rotasi pemain dan eksperimen taktik kembali menjadi sorotan.
Arda Güler yang dimainkan lebih ke dalam belum mampu memberi dampak signifikan.
Sektor kanan pertahanan juga terlihat rapuh sebelum masuknya Trent Alexander-Arnold.
Delapan Laga Real Madrid Tanpa Kekalahan Berakhir sekaligus menjadi alarm bahwa stabilitas performa masih perlu dijaga.
Real Madrid tetap berada dalam jalur persaingan.
Namun kekalahan dari Osasuna membuktikan bahwa setiap laga di La Liga memiliki tingkat kesulitan tinggi.
Barcelona kini berada dalam posisi diuntungkan.
Persaingan gelar pun kembali memanas memasuki pekan-pekan krusial musim ini.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni