RADARTUBAN – Musim panas 2026 berpotensi menjadi titik balik penting bagi Juventus.
Kabar dari bursa transfer mulai mengarah pada satu kesimpulan: perubahan besar akan terjadi, khususnya di sektor penyerangan.
Namun, perubahan itu tidak akan dilakukan secara membabi buta.
Jurnalis transfer Italia Nicolò Schira mengungkapkan bahwa beberapa nama di lini depan Juventus masuk daftar pemain yang berpeluang dilepas.
Dalam laporan yang dibagikan melalui akun X miliknya, Schira menyebut tiga nama sekaligus.
“Edon Zhegrova, Jonathan David dan Loïs Openda semuanya bisa meninggalkan Juventus musim panas ini. Juve akan melakukan banyak perubahan pada lini serang mereka, bukan revolusi total.” tulis Schira.
Pernyataan ini menegaskan satu hal: Juventus ingin merombak, bukan menghancurkan fondasi yang sudah ada.
Tiga Penyerang, Tiga Tanda Tanya
Nama Edon Zhegrova, Jonathan David, dan Loïs Openda menjadi simbol fase transisi Juventus.
Ketiganya punya kualitas, tetapi dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan tim untuk bersaing di level tertinggi Serie A.
Bagi manajemen, konsistensi dan kecocokan taktik kini lebih penting ketimbang sekadar nama besar atau statistik individu.
Juventus butuh penyerang yang bukan hanya produktif, tetapi juga menjadi titik tumpu permainan.
Misi Scudetto, Tiga Starter Wajib Hadir
Masih menurut Schira, Juventus punya peta jalan yang jelas jika ingin kembali realistis berbicara Scudetto.
Bukan belanja besar-besaran, melainkan mendatangkan tiga starter inti. “Juve menginginkan tiga pemain inti jika ingin bersaing memperebutkan Scudetto.” lanjut Schira.
Tiga posisi itu mencerminkan kebutuhan paling mendesak:
- Penyerang tengah – sosok pemimpin lini depan.
- Gelandang pelengkap – untuk menyempurnakan keseimbangan lini tengah.
- Bek solid – fondasi stabilitas permainan.
Baca Juga: Juventus Kunci Spalletti, Chiellini Tegaskan Kontrak Baru Jadi Prioritas Mutlak Musim Depan
Ide Spalletti: Menyempurnakan, Bukan Mengulang
Pelatih Luciano Spalletti disebut punya gambaran spesifik soal arah pembangunan tim.
Mantan allenatore AS Roma itu menginginkan gelandang yang mampu mengimbangi dan melengkapi peran Manuel Locatelli serta Khephren Thuram—dua pemain yang sudah menjadi tulang punggung transisi permainan Juventus.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Juventus tidak ingin mengulang kesalahan lama: terlalu banyak perubahan dalam satu waktu, kehilangan identitas, lalu kembali memulai dari nol.
Antara Harapan dan Tekanan Musim Panas
Bursa transfer kali ini akan menjadi ujian kedewasaan manajemen Juventus.
Melepas nama-nama besar bukan perkara mudah, tetapi mempertahankan pemain yang tak sepenuhnya cocok juga berisiko memperpanjang stagnasi.
Satu hal yang jelas: Juventus sedang mencari versi terbaik dari dirinya sendiri.
Bukan Juventus yang ramai di headline transfer, melainkan Juventus yang kembali relevan di jalur Scudetto. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni