RADARTUBAN - Tak semua pemain menjadi penting karena statistik. Sebagian lain tumbuh karena kehadiran, suara, dan ketenangan di momen genting. Kapten Juventus Manuel Locatelli kini masuk kategori kedua.
Di bawah komando pelatih Luciano Spalletti, Locatelli disebut telah menjelma menjadi figur kunci, terutama berkat kualitas kepemimpinannya.
Bukan hanya pengatur tempo, tapi juga penopang mental tim—baik di lapangan maupun di ruang ganti.
Baca Juga: Juventus vs Roma: Misi Kebangkitan Luciano Spalletti dan Target Empat Besar Serie A
Kepercayaan Spalletti Jadi Titik Balik
Menurut laporan Tuttosport, status Locatelli dalam skuad Spalletti meningkat signifikan. Perannya tak lagi sebatas fungsi taktis, melainkan simbol stabilitas.
Spalletti dikenal selektif dalam memilih pemimpin di lapangan. Ketika kepercayaan itu jatuh pada Locatelli, artinya ada pengakuan atas kedewasaan, konsistensi, dan kapasitas memimpin di level tertinggi.
Baca Juga: Harga Selangit Sandro Tonali Jadi Tembok Juventus, Manchester United dan Arsenal Siap Menunggu
Juventus Bergerak: Kontrak hingga 2030
Respons Juventus pun tegas. Klub raksasa Serie A itu dikabarkan siap menyodorkan kontrak baru hingga 2030, dengan nilai gaji mencapai € 4 juta per musim.
Langkah ini bukan sekadar penghargaan, tapi sinyal politik internal klub. Juventus ingin membangun masa depan dengan fondasi pemain yang tak hanya kuat secara teknis, tetapi juga mampu menjadi referensi karakter di tengah fase transisi.
Stabilitas di Tengah Dinamika Juventus
Dalam beberapa musim terakhir, Juventus kerap berubah wajah—baik di bangku pelatih maupun struktur tim. Di tengah dinamika itu, Locatelli justru tampil sebagai figur konstan.
Perpanjangan kontrak jangka panjang menandakan bahwa manajemen melihatnya sebagai bagian dari tulang punggung proyek jangka panjang, bukan sekadar aset yang bisa digeser oleh bursa transfer.
Pengakuan yang Datang dari Proses
Locatelli tak naik panggung dengan sensasi. Ia menanjak lewat proses, kritik, dan adaptasi.
Kini, pengakuan datang bukan lewat kata-kata berlebihan, melainkan lewat tanggung jawab dan kepercayaan.
Jika kontrak baru benar-benar terealisasi, itu akan menjadi penegasan: Manuel Locatelli bukan lagi sekadar pemain Juventus—ia adalah bagian dari arah dan identitas tim. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni