RADARTUBAN - Piala Asia Wanita 2026 menjadi sorotan setelah Konfederasi Sepak Bola Asia memastikan dukungan penuh kepada timnas putri Iran yang tengah berada di Australia.
Dukungan tersebut diberikan menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada kondisi psikologis dan keamanan para pemain.
Timnas Iran tiba di Gold Coast bersama 26 pemain beberapa hari sebelum eskalasi konflik terjadi di negara mereka.
Situasi itu memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas dan fokus tim menjelang laga pembuka.
Iran dijadwalkan menghadapi Korea Selatan pada pertandingan perdana mereka di ajang Piala Asia Wanita 2026.
Baca Juga: Pasca Kematian Khamenei, Iran Aktifkan Kepemimpinan Darurat di Tengah Konflik dengan AS dan Israel
AFC Pastikan Keamanan dan Kesejahteraan Tim
Dalam pernyataan resminya, Konfederasi Sepak Bola Asia menegaskan komitmen terhadap keselamatan seluruh peserta turnamen.
AFC menyatakan terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah selama periode yang menantang ini.
“AFC menegaskan bahwa prioritas utama kami adalah kesejahteraan, keselamatan, dan keamanan seluruh pemain, pelatih, ofisial, dan penggemar.”
“Dalam hal ini, kami menjalin komunikasi yang dekat dan rutin dengan tim nasional wanita Iran serta para ofisial di Gold Coast dan menawarkan dukungan serta bantuan penuh kami.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa aspek kemanusiaan dan keamanan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan Piala Asia Wanita 2026.
Turnamen ini diikuti oleh 12 negara dan menjadi salah satu edisi paling kompetitif dalam sejarah sepak bola putri Asia.
Fokus Tampil Maksimal di Turnamen Bergengsi
Pelatih Iran, Marziyeh Jafari, memilih untuk tetap berbicara soal sepak bola dalam konferensi pers jelang pertandingan.
Ia menekankan pentingnya momentum ini untuk menunjukkan kualitas sepak bola perempuan Iran di panggung Asia.
“Setelah musim liga di Iran, kami berkumpul untuk tiga pemusatan latihan sebelum datang ke Australia, di mana kami telah menjalani beberapa sesi latihan yang produktif. Jadi saya berharap besok kami bisa menunjukkan pertandingan yang bagus.”
Keikutsertaan di Piala Asia Wanita 2026 menjadi pengalaman besar bagi sebagian pemain Iran.
Mereka sebelumnya menjalani debut bersejarah pada edisi 2022 di India.
Saat itu Iran harus mengakui keunggulan China dan Taiwan.
Meski kalah, partisipasi tersebut mendapat apresiasi luas di dalam negeri.
Kini Timnas Iran kembali tampil dengan pengalaman yang lebih matang.
“Di India pada 2022, grupnya sedikit lebih mudah. Sekarang pada 2026 kami datang dengan pengalaman lebih, tetapi grupnya lebih berat.”
“Namun kami tetap ingin menunjukkan dalam pertandingan-pertandingan ini potensi perempuan Iran.”
Grup Iran kali ini dihuni tuan rumah Australia serta Filipina.
Persaingan ketat diprediksi akan mewarnai perjalanan mereka di Piala Asia Wanita 2026.
Target Lolos ke Piala Dunia 2027
Keikutsertaan dalam Piala Asia Wanita 2026 bukan sekadar partisipasi.
Enam tim terbaik turnamen ini akan mengamankan tiket menuju Piala Dunia Wanita 2027 di Brasil.
Kapten tim, Zahra Ghanbari, menyampaikan ambisi besar skuadnya.
“Saya percaya turnamen ini luar biasa dengan tim-tim hebat, tetapi kami benar-benar ingin lolos ke Piala Dunia.”
“Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang berat, tetapi kami memiliki mentalitas yang tangguh dan ingin memberikan yang terbaik.”
Perjalanan Iran menuju putaran final tidak mudah.
Mereka harus melewati babak kualifikasi yang ketat.
Kemenangan atas Yordania memastikan langkah mereka tampil dua kali beruntun di ajang ini.
Dengan dukungan AFC serta fokus penuh pada pertandingan, Timnas Iran berharap mampu menorehkan sejarah baru di Piala Asia Wanita 2026.
Turnamen ini bukan hanya soal persaingan olahraga, tetapi juga tentang ketangguhan dan profesionalisme di tengah tantangan global. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni