RADARTUBAN – Di tengah derasnya rumor transfer, Beppe Marotta memilih bicara lugas.
Presiden Inter Milan itu menutup rapat segala spekulasi yang mengaitkan klubnya dengan penjualan pemain muda, khususnya Pio Esposito.
Pernyataan tersebut disampaikan Marotta dan dikutip akun X calciomercato.it, sekaligus menjawab isu ketertarikan Arsenal.
“Benarkah Arsenal meminta Pio Esposito? Tidak, mereka tidak memintanya. Kedua, saya katakan bahwa Inter adalah klub yang tidak ingin menjual; kami tidak menjadikan jual-beli pemain sebagai aktivitas utama," kata Marotta.
"Pio Esposito adalah produk akademi dan kami menjaganya seperti harta kami sendiri. Segalanya bisa terjadi di masa depan, tetapi itu pasti masa depan yang sangat jauh.” lanjutnya.
Kalimat itu bukan sekadar bantahan. Itu deklarasi sikap.
Baca Juga: Noah Atubolu Bersiap Tinggalkan Freiburg, Juventus dan Inter Milan Mulai Mengintip Peluang Transfer
Inter Menolak Jalan Pintas
Di era ketika banyak klub menjadikan player trading sebagai mesin utama keuangan, pemuncak klasemen Serie A itu memilih jalur berbeda.
Marotta menegaskan filosofi klub: membangun, bukan menjual cepat. Pio Esposito, sebagai produk akademi, ditempatkan di jantung proyek jangka panjang—bukan di etalase.
Pesan ini juga menyasar pasar. Inter tidak dalam posisi tertekan. Tidak ada kebutuhan menjual. Dan tidak ada negosiasi yang dibuka.
Pio Esposito, Lebih dari Sekadar Wonderkid
Di internal klub, Pio Esposito dipandang sebagai simbol regenerasi. Bukan hanya soal bakat, tetapi identitas.
Itulah mengapa Marotta menggunakan diksi “harta”. Pilihan kata yang jarang keluar dari mulut eksekutif sepak bola modern—dan itu disengaja.
Nico Paz Dipuji, Tapi Real Madrid Tak Tersentuh
Marotta juga menyinggung nama Nico Paz, gelandang Como 1907 yang belakangan ramai dibicarakan.
“Nico Paz tentu pemain yang menarik, talenta dengan prospek karier yang sangat besar. Namun dia milik Real Madrid, yang memiliki klausul pembelian kembali dan tidak akan membiarkannya pergi. Menurut saya, kita akan banyak membicarakannya secara positif di tahun-tahun mendatang.” tutur Marotta.
Pujian itu jujur, tapi realistis. Real Madrid disebut sebagai pemilik kendali penuh. Tidak ada ilusi. Tidak ada manuver tersembunyi.
Baca Juga: Nico Paz Ragu Pulang ke Real Madrid, Inter Milan Siap Menyodok dengan Janji Menit Bermain
Pesan Marotta Jelas
Inter tidak panik. Tidak tergoda. Dan tidak akan mengorbankan masa depan demi sensasi jangka pendek.
Di balik semua rumor, Marotta mengirim sinyal kuat: proyek Inter berdiri di atas kesabaran, bukan spekulasi.
Pio Esposito aman. Untuk sekarang—dan untuk waktu yang lama. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni