RADARTUBAN – Sepak bola Italia kembali melahirkan sensasi. Di usia yang bahkan belum cukup untuk menandatangani kontrak profesional, nama Anthony Tagliente mulai bergaung di meja pencari bakat elite Eropa.
Penyerang muda milik klub Serie A, Parma itu kini masuk radar klub-klub raksasa.
Informasi eksklusif ini disampaikan jurnalis transfer Italia Nicolò Schira melalui akun X pribadinya.
“Borussia Dortmund, Juventus, dan Bayern Munich sedang memantau penyerang muda Parma, Anthony Tagliente (lahir 2009). Ia sudah mencetak 9 gol dan 9 assist musim ini. Tagliente dianggap sebagai salah satu talenta Italia terpenting di level U-17.” tulis Schira.
Pernyataan tersebut menegaskan satu hal: Tagliente bukan sekadar prospek, tetapi aset masa depan yang sudah diperlakukan seperti investasi jangka panjang.
Statistik yang Tidak Normal untuk Usia Remaja
Sembilan gol dan sembilan assist dalam satu musim adalah angka yang mencolok—lebih mencolok lagi ketika dicapai oleh pemain berusia 15 tahun.
Di level U-17 Italia, produktivitas seperti ini biasanya hanya dimiliki pemain yang secara teknik dan kecerdasan bermain berada satu tingkat di atas rekan seusianya.
Pemandu bakat menilai Tagliente sebagai penyerang modern: cepat membaca ruang, berani duel satu lawan satu, dan tidak egois di sepertiga akhir lapangan.
Kombinasi itu menjelaskan mengapa minat datang bukan hanya dari satu liga.
Raksasa Eropa Mengintai dari Jauh
Tiga klub dengan reputasi kuat dalam mengembangkan pemain muda kini disebut aktif memantau situasi: Juventus, Bayern Munich, dan Borussia Dortmund.
Juventus melihatnya sebagai bagian dari regenerasi jangka panjang pemain lokal.
Bayern Munich dikenal agresif mengamankan talenta muda sebelum harga melonjak.
Sementara Dortmund, dengan rekam jejak memoles remaja menjadi bintang dunia, jelas tidak ingin tertinggal.
Namun, semua masih sebatas pemantauan. Tidak ada manuver resmi. Tidak ada pendekatan terbuka.
Ini fase paling sunyi—dan paling menentukan—dalam karier seorang wonderkid.
Parma di Posisi Kuat
Bagi Parma, situasi ini ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi, mereka memegang salah satu talenta terbaik Italia U-17. Di sisi lain, tekanan dari klub besar hampir pasti akan datang seiring waktu.
Keuntungan Parma ada pada usia dan kontrak. Tidak ada urgensi menjual. Klub bisa mengontrol jalur perkembangan Tagliente—apakah dipoles sendiri hingga matang atau dilepas di momen paling menguntungkan.
Bukan Sekadar Transfer, Ini Soal Arah Karier
Kasus Anthony Tagliente bukan sekadar rumor transfer. Ini tentang pilihan krusial: berkembang perlahan di Italia atau melompat cepat ke ekosistem elite Eropa.
Banyak talenta muda gagal karena terlalu cepat naik kelas. Tidak sedikit pula yang melejit karena berani keluar dari zona nyaman.
Satu yang pasti, sepak bola Italia sedang menatap masa depan. Dan masa depan itu, untuk sementara, bernama Anthony Tagliente. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni