RADARTUBAN - Isyarat manuver besar Juventus mulai terbaca jelang akhir musim. Klub raksasa Serie A itu kini serius membidik Donyell Malen, penyerang asal Belanda yang saat ini berstatus pemain pinjaman di AS Roma.
Situasi klasemen Roma di Serie A dan peluang lolos ke Liga Champions musim depan menjadi faktor penentu masa depan Malen.
Menurut laporan Tuttosport, Roma memiliki opsi pembelian permanen terhadap Malen, namun klausul tersebut hanya akan diaktifkan apabila Giallorossi berhasil mengamankan tiket Liga Champions musim depan.
Jika gagal, Roma diperkirakan tidak akan menebus sang pemain—membuka celah bagi Juventus untuk masuk.
Baca Juga: AS Roma Siap Permanenkan Donyell Malen, Klausul UCL–UEL Jadi Penentu Nasib Transfer
Juventus Tak Mau Ulang Kesalahan Lini Depan
Juventus menilai musim ini sebagai pelajaran mahal. Ketergantungan berlebihan pada satu penyerang dinilai membuat lini depan mudah terbaca dan tumpul saat menghadapi laga-laga krusial.
Karena itu, manajemen Bianconeri tidak hanya ingin mempertahankan Dusan Vlahovic, tetapi juga menambah satu penyerang tengah dengan level kompetitif tinggi.
Dalam konteks inilah nama Malen menguat. Penyerang yang dikenal eksplosif, agresif, dan fleksibel dalam skema menyerang tersebut dinilai cocok dengan kebutuhan Juventus: cepat dalam transisi, kuat dalam duel, dan efektif di ruang sempit.
Roma di Persimpangan Jalan
Bagi Roma, situasinya jauh dari ideal. Di satu sisi, Malen memberi warna baru di lini depan—lebih dinamis, lebih vertikal.
Di sisi lain, kegagalan menembus empat besar Serie A akan berdampak langsung pada kekuatan finansial klub.
Opsi pembelian Malen yang sudah disepakati sejak awal peminjaman dari Aston Villa bisa menjadi beban jika Roma tak bermain di Liga Champions.
Sumber Tuttosport menyebutkan bahwa Roma tidak akan memaksakan pembelian jika target Eropa gagal dicapai.
Artinya, Malen hampir pasti kembali ke pasar—dan Juventus sudah siap menyambut peluang itu.
Malen Lebih Masuk Akal daripada Nama Mahal
Secara strategis, Malen adalah opsi realistis bagi Juventus. Usia matang, pengalaman Eropa, dan nilai pasar yang masih bisa dinegosiasikan membuatnya lebih masuk akal dibandingkan striker papan atas lain yang harganya melambung.
Juventus juga melihat Malen bukan sebagai pengganti Vlahovic, melainkan pasangan atau alternatif yang memberi variasi taktik.
Jika transfer ini terjadi, Juventus mengirim pesan jelas: mereka tidak lagi sekadar bertahan di papan atas, tetapi mulai menyusun ulang fondasi untuk kembali kompetitif di level Eropa.
Bola di Kaki Roma
Kini, segalanya kembali pada Roma. Tiket Liga Champions bukan hanya soal prestise, tetapi juga soal mempertahankan aset penting seperti Malen.
Bagi Juventus, mereka cukup menunggu—dengan radar menyala dan rencana sudah matang.
Musim belum berakhir, tapi peta bursa transfer mulai terbentuk. Dan Donyell Malen, cepat atau lambat, bisa menjadi bagian dari cerita besar Juventus berikutnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni