RADARTUBAN - Sorotan bursa transfer Eropa kembali mengarah ke Turin. Gelandang Juventus, Khéphren Thuram, dilaporkan tengah menjadi incaran serius dua raksasa Premier League: Liverpool dan Manchester United.
Informasi ini diungkap oleh akun X Football Italia, yang menyebutkan bahwa Juventus memasang harga tinggi—tak kurang dari 75 juta euro—untuk melepas sang gelandang.
Ketertarikan Liverpool dan Manchester United bukan tanpa alasan. Thuram dinilai sebagai gelandang modern komplet: kuat secara fisik, progresif dalam membawa bola, dan punya kapasitas duel yang cocok dengan ritme keras Premier League.
Namun Juventus tidak dalam posisi terdesak. Raksasa Serie A itu melihat Thuram sebagai aset jangka menengah hingga panjang, bukan sekadar komoditas transfer.
Banderol 75 juta euro menjadi sinyal tegas: jika ingin membawa Thuram ke Inggris, klub peminat harus membayar mahal.
Baca Juga: PSG Ngebet Gaet Khephren Thuram! Juventus Ngamuk, Siap Ikat Sampai 2030
Liverpool vs Manchester United: Dua Kebutuhan, Satu Target
Bagi Liverpool, Thuram diproyeksikan sebagai solusi regenerasi lini tengah—pemain yang mampu menjaga intensitas sekaligus memberi dorongan vertikal.
Sementara Manchester United melihatnya sebagai jawaban atas kebutuhan stabilitas dan tenaga di sektor tengah yang kerap rapuh.
Dua kebutuhan berbeda, satu nama yang sama. Situasi ini berpotensi memicu perang harga, sesuatu yang justru menguntungkan Juventus.
Analisis: € 75 Juta Bukan Angka Asal Pasang
Harga 75 juta euro terdengar ekstrem untuk pemain yang belum lama bergabung. Namun Juventus belajar dari masa lalu: melepas pemain kunci terlalu murah hanya akan menciptakan lubang teknis yang sulit ditutup.
Dengan usia yang masih muda, nilai pasar yang terus naik, dan performa yang stabil, Thuram berada di titik ideal untuk “dipertahankan atau dijual mahal.”
Juventus memilih opsi kedua—jika memang harus berpisah.
Bola Ada di Tangan Inggris
Minat sudah nyata. Klub peminat sudah jelas. Harga pun telah diumumkan.
Kini keputusan ada di tangan Liverpool dan Manchester United: berani memenuhi valuasi Juventus, atau mundur sebelum negosiasi benar-benar memanas.
Di Turin, pesan Juventus sederhana—Thuram bukan pemain diskon. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni