RADARTUBAN - Keyakinan datang dari sosok yang paham betul tekanan seragam biru.
Mantan bintang Timnas Italia, Giuseppe Rossi, menyatakan kepercayaannya penuh kepada Gennaro Gattuso untuk memimpin Timnas Italia menghadapi fase paling genting: play-off menuju Piala Dunia.
Dalam pernyataannya kepada Football Italia, Rossi menilai Gattuso sebagai figur yang tepat untuk membangkitkan emosi, energi, dan rasa lapar para pemain Azzurri.
Rossi: Gattuso Tahu Cara Menghidupkan Ruang Ganti
Rossi menegaskan keyakinannya tanpa ragu:
“Dia bisa membuat para pemain bersemangat. Dia adalah pelatih yang tepat.”
Rossi menyoroti kekuatan utama Gattuso bukan semata taktik di papan strategi, melainkan kemampuannya membangkitkan mental dan emosi pemain—sesuatu yang kerap menentukan di laga hidup-mati.
Play-off, Luka Lama, dan Tekanan Nasional
Bagi Italia, play-off Piala Dunia bukan sekadar pertandingan. Ini trauma kolektif. Dua kegagalan lolos ke putaran final masih membekas, dan tekanan publik tak pernah benar-benar surut.
Dalam konteks inilah figur seperti Gattuso dianggap relevan. Ia bukan pelatih yang lembut, bukan pula penenang.
Gattuso simbol perlawanan, intensitas, dan mental bertarung—nilai-nilai yang dulu menjadi identitas Italia.
Bukan Soal Skema, Tapi Soal Jiwa
Komentar Rossi menyentuh inti masalah Azzurri belakangan ini: bukan kekurangan bakat, melainkan krisis karakter di momen krusial.
Italia tidak kekurangan pemain berkualitas, tetapi sering gagal mengubah tekanan menjadi energi positif.
Gattuso, dengan gaya keras dan emosional, dinilai mampu memutus siklus itu. Mantan pelatih raksasa Serie A, AC Milan itu mungkin bukan inovator taktik, tetapi ia paham cara memaksa pemain melampaui batas nyaman mereka.
Dukungan dari Dalam, Harapan untuk Bangkit
Dukungan Rossi bukan basa-basi. Ia datang dari mantan pemain yang pernah merasakan kerasnya tuntutan Timnas Italia dan atmosfer ruang ganti level tertinggi.
Kini, beban ada di pundak Gattuso. Dan seperti kata Rossi, jika yang dibutuhkan Italia adalah pelatih yang bisa “memompa” pemainnya di saat genting—Gattuso adalah jawabannya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni