Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Statistik Buruk Menghukum Dejan Antonic, Semen Padang Akhiri Kerja Sama Usai Hasil Jeblok di BRI Super League

Tulus Widodo • Kamis, 5 Maret 2026 | 12:15 WIB

Semen Padang memutuskan berpisah dengan Dejan Antonic
Semen Padang memutuskan berpisah dengan Dejan Antonic

RADARTUBAN – Keputusan besar akhirnya diambil manajemen Semen Padang FC. Klub berjuluk Kabau Sirah itu resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Dejan Antonic setelah rentetan hasil buruk di kompetisi BRI Super League Indonesia.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung melalui akun Instagram resmi klub dan segera menyita perhatian publik sepak bola nasional.

Keputusan itu menandai berakhirnya perjalanan Dejan yang penuh tekanan sepanjang musim. Statistik yang tidak berpihak menjadi alasan utama manajemen mengambil langkah tegas.

Baca Juga: Prediksi Skor Semen Padang vs PSIM di BRI Super League: Tuan Rumah Tertekan, Laskar Mataram Diunggulkan

Pesan Perpisahan Emosional dari Klub

Dalam unggahan resmi klub, manajemen menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus salam perpisahan kepada pelatih asal Serbia tersebut.

“Thanks Coach @dejan.antonic. All the best, Coach! Keep doing great things.” Tulis akun resmi klub dilansir dari JawaPos.com.

Manajemen juga menegaskan bahwa keputusan itu tidak diambil secara tergesa-gesa.

Diskusi panjang dengan jajaran komisaris dan penasihat tim menjadi dasar sebelum akhirnya memutuskan mengakhiri kerja sama.

Ucapan terima kasih tersebut sekaligus menjadi penutup perjalanan Dejan bersama klub asal Sumatera Barat itu.

Statistik yang Sulit Dibantah

Secara angka, performa Semen Padang di bawah Dejan memang jauh dari harapan.

Dari 16 pertandingan liga, tim hanya mampu meraih: 

Total poin yang terkumpul hanya 13 angka, dengan rata-rata 0,81 poin per pertandingan.

Produktivitas tim juga menjadi sorotan. Kabau Sirah hanya mencetak 14 gol, sementara gawang mereka sudah kebobolan 29 kali.

Selisih gol minus 15 mencerminkan dua masalah besar: pertahanan rapuh dan lini serang yang kurang tajam.

Rentetan Hasil Minor yang Memicu Keputusan

Laga terakhir Dejan bersama Semen Padang terjadi pada 4 Maret 2026, ketika tim bermain imbang 0-0 melawan PSIM Yogyakarta.

Sebelumnya, tim juga menelan sejumlah hasil mengecewakan, termasuk kekalahan telak 4-0 dari Bhayangkara FC pada 24 Februari 2026.

Tekanan semakin memuncak setelah kekalahan 3-0 dari Arema FC pada pertengahan Februari.

Meski sempat mencatat kemenangan tipis 1-0 atas Persita Tangerang pada 8 Februari, momentum tersebut tidak mampu mengubah arah perjalanan tim.

Pertahanan Rapuh, Serangan Tumpul

Beberapa pertandingan menggambarkan dengan jelas problem yang dihadapi Semen Padang musim ini.

Drama enam gol saat menghadapi Bali United yang berakhir 3-3 menunjukkan daya juang tim, tetapi juga membuka kelemahan di lini belakang.

Kekalahan 2-3 dari Persis Solo serta kekalahan besar 5-1 dari Madura United semakin mempertegas inkonsistensi performa.

Di tengah tekanan tersebut, kepercayaan terhadap Dejan perlahan menipis.

Misi Berat Manajemen: Menyelamatkan Musim

Kini, fokus manajemen Semen Padang beralih pada pencarian pelatih baru yang mampu mengangkat moral tim.

Dengan kompetisi masih menyisakan sejumlah pertandingan, peluang memperbaiki posisi di klasemen sebenarnya belum sepenuhnya tertutup.

Namun waktu tidak banyak. Perombakan strategi, pemulihan mental pemain, dan stabilitas taktik menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

Bagi publik Kabau Sirah, pemecatan Dejan Antonic bukan sekadar pergantian pelatih. Ini adalah pertaruhan harapan—apakah langkah berani ini mampu menjadi titik balik kebangkitan Semen Padang di sisa musim BRI Super League 2025/2026. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#semen padang #dejan antonic #BRI Super League #Kabau Sirah