RADARTUBAN - Gelandang Persija Jakarta, Hanif Sjahbandi, mengaku sempat kaget menghadapi masalah finansial pemain saat menjabat sebagai Presiden Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) periode 2026-2029.
Terpilih Memimpin APPI di Tengah Cedera
Meski masih aktif bermain sepak bola, pria berusia 28 tahun ini terpilih memimpin organisasi pemain profesional sejak Januari 2026, di tengah cedera lutut parah yang memaksanya absen hingga akhir musim.
Hanif menyoroti tunggakan gaji dan hak pemain sebagai isu utama yang jarang terekspos publik.
Baca Juga: Ramai Jual Beli Kendaraan STNK Only, APPI Peringatkan Dampak bagi Masyarakat dan Daerah
Ia mengaku terkejut dengan kompleksitas masalah ini, yang kini jadi prioritas utama kepengurusannya bersama Wakil Presiden Nadeo Argawinata dan jajaran Exco seperti Andritany Ardhiyasa serta Achmad Jufriyanto.
Fokus pada Perlindungan dan Pendampingan Pemain
Sebagai presiden, Hanif menjadikan perlindungan pemain sebagai fokus utama, termasuk pendampingan hukum dan psikologis bagi korban rasisme di kompetisi.
APPI siap mendukung proses hukum dan edukasi solidaritas di bawah kepemimpinannya.
Baca Juga: Dominasi Italia di Daftar 50 Pelatih Sepak Bola Terhebat Dunia, Dari Sacchi hingga Conte
Jabatan ini disebutnya amanah berat, tapi ia tetap fokus bermain sepak bola sambil berkontribusi bagi football family Indonesia.
Kepengurusan Baru APPI Periode 2026–2029
Kepengurusan baru ini dipimpin duet Hanif dan Wakil Presiden Nadeo Argawinata, bersama Exco seperti Andritany Ardhiyasa dan lainnya, untuk era 2026-2029.
Hanif optimistis kontribusinya tetap maksimal meski terluka. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni