RADARTUBAN – Sosok Pierre Kalulu dikenal sebagai bek tangguh di lini pertahanan Juventus.
Namun di balik ketenangannya mengawal pertahanan Bianconeri, ternyata ada cerita menarik tentang kebiasaan kecil, persahabatan di ruang ganti, hingga pesan sederhana yang selalu ia pegang sebelum turun ke lapangan.
Dalam sebuah wawancara spesial bersama para Young Reporter di Allianz Stadium, bek asal Prancis itu membuka sisi pribadinya yang jarang diketahui publik.
Ia berbagi kisah tentang perjalanan karier, mentalitas sebagai pemain profesional, hingga hal-hal kecil yang membentuk dirinya sebagai pesepak bola.
Percakapan santai tersebut mengalir dari satu topik ke topik lain mulai dari hubungan dengan rekan setim, cara menghadapi tekanan pertandingan, hingga nasihat yang ia ingin sampaikan kepada pemain muda yang bermimpi menembus dunia sepak bola profesional.
Baca Juga: Juventus Incar Bernardo Silva dan Leon Goretzka Gratis, Revolusi Skuad Besar Disiapkan Musim Panas
Komunikasi, Senjata Penting Seorang Bek
Bagi Kalulu, kemampuan bertahan bukan hanya soal tekel atau duel udara. Ada satu hal yang menurutnya jauh lebih penting: komunikasi di lapangan.
“Hal yang sangat membantu saya adalah belajar berbicara dengan rekan setim di lapangan, baik saat menguasai bola maupun tidak,” ujarnya.
Menurutnya, komunikasi membuat pemain lebih mudah membaca situasi permainan. Dengan saling memberi instruksi atau peringatan, pemain dapat mengantisipasi pergerakan lawan lebih cepat.
Namun bagi Kalulu, tantangan terbesar bukan hanya menghadapi lawan, melainkan juga mengelola tekanan.
“Kamu harus selalu ingat bahwa jika kamu berada di lapangan, itu karena kamu punya kualitas untuk bermain,” jelasnya.
Kesalahan, kata dia, adalah bagian dari permainan. Yang paling penting adalah bagaimana pemain meresponsnya.
“Hal terpenting adalah langsung fokus pada aksi berikutnya.”
Ia juga menekankan pentingnya sikap profesional, terutama saat tidak mendapat kesempatan bermain.
“Pertama-tama kamu harus menjadi rekan setim yang memberi contoh. Meski tidak bermain itu menyakitkan, kamu tetap harus mendukung tim.”
Ritual Sebelum Laga: Musik, Pesan Ibu, dan Doa
Di balik gemuruh stadion dan tekanan pertandingan besar, Kalulu ternyata memiliki ritual sederhana sebelum kickoff.
Ia biasanya mendengarkan musik untuk menenangkan pikiran, kemudian membalas pesan dari ibunya, sebelum akhirnya memanjatkan doa.
Genre musik yang dipilih pun tidak selalu sama.
“Saya memilih musik tergantung suasana hati. Itu membantu saya menemukan fokus yang tepat,” ungkapnya.
Kebiasaan kecil tersebut menjadi cara Kalulu menjaga ketenangan sebelum memasuki atmosfer pertandingan yang penuh tekanan.
Baca Juga: Senesi Jadi Rebutan Eropa, Juventus Diprioritaskan Meski Barcelona dan Dortmund Lebih Dulu Menawar
Persahabatan di Ruang Ganti Juventus
Di luar lapangan, kehidupan seorang pesepak bola juga dipenuhi persahabatan.
Kalulu mengaku memiliki hubungan sangat dekat dengan dua rekannya di Juventus, yakni Weston McKennie dan Khéphren Thuram.
“Kami benar-benar sangat dekat,” kata Kalulu.
Meski sesekali mereka bertemu di luar lapangan, sebenarnya sebagian besar waktu sudah dihabiskan bersama di pusat latihan.
“Sejujurnya kami sudah bersama setiap hari dari pagi sampai sore.”
Kedekatan itu bahkan melahirkan selebrasi unik yang sering mereka lakukan.
Awalnya, kata Kalulu, gerakan tersebut hanya candaan saat makan camilan sebelum pertandingan.
“Saya, Khephren, dan David bercanda soal itu. Lalu kami berpikir, kenapa tidak melakukannya juga di lapangan.”
Tak disangka, candaan kecil itu akhirnya menjadi selebrasi yang dikenal para penggemar.
Momen Paling Emosional: Saat Melangkah ke Lapangan
Meski sudah terbiasa bermain di stadion besar, Kalulu mengaku ada satu momen yang selalu membuatnya merinding: saat pertama kali memasuki lapangan.
“Selalu terasa seperti mimpi ketika melihat begitu banyak orang di tribun,” tuturnya.
Dukungan para suporter, menurutnya, memberikan energi tambahan bagi para pemain.
“Ketika kamu merasa orang-orang menyayangimu, kamu jadi semakin ingin membuat mereka bangga.”
Cerita Mengharukan di Balik Nomor 15
Di akhir wawancara, Kalulu juga mengungkap kisah personal di balik nomor punggung 15 yang ia kenakan di Juventus.
Ternyata angka tersebut memiliki arti khusus bagi keluarganya.
“Saya memilih nomor itu karena kakak laki-laki saya juga memakainya ketika bermain sepak bola,” ungkapnya.
Ia bahkan bercanda bahwa alasan lain memilih nomor tersebut adalah agar suatu hari mereka bisa bertukar jersey dengan mudah.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni